Pengeroyokan Mahasiswa di Kampus UIN Jambi Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Diduga dari PMII

Pengeroyokan Mahasiswa di Kampus UIN Jambi Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Diduga dari PMII

Pengeroyokan Mahasiswa di Kampus UIN Jambi Dilaporkan ke Polisi, Pelaku Diduga dari PMII-Rudi-Jambi TV

MUARO JAMBI, JAMBITV.CO - Salah seorang anggota Organisasi menjadi korban, akibat terlibat aksi keributan antara dua organisasi, yang terjadi kawasan Kampus UIN STS Mendalo. Saat ini korban telah melaporkan ke Polda Jambi.

Viral di Media Sosial, diduga dua Organisasi terlibat aksi  keributan, yang terjadi di kawasan Kampus UIN STS Jambi Mendalo, pada Rabu (27/08) kemarin. Akibat peristiwa ini, satu orang dikabarkan menjadi korban pengeroyokan dari salah satu kelompok organisasi. Atas hal itu, peristiwa ini pun dilaporkan ke Polda Jambi. 

BACA JUGA:UIN Jambi Jadi Tuan Rumah PKM Ketiga PTKIN Se-Sumatera dan Asia Tenggara

Dalam surat tanda penerimaan laporan tersebut diuraikan, awalnya korban beserta rombongan datang ke tkp guna untuk melakukan orientasi hmi ke Maba dalam rangka pbak. Kemudian, korban dan rombongan melakukan komvoi sambil mengibarkan bendera. Setelah itu, anggota pmii datang dan memprovokasi dengan perkataan yang memancing keributan. Saat itu pula, korban mencoba untuk melerai agar tidak terjadi keributan, namun korban malah di pukul di bagian kepala dan di tendang di bagian pinggang.

“Saya diserang, kepala dipukul, dan ditendang. Awalnya 2 orang, setelah itu saya dikejar dan dikeroyok lebih dari 10 orang, kepala saya sampai terluka,” ungkap Sutrisno Bayu Muslimin selaku korban pengeroyokan.

BACA JUGA:Dugaan Pengeroyokan: Puluhan Warga Muara Kilis Datangi Kantor Polres Tebo

Tidak sampai di situ, dalam surat laporan polisi tersebut korban juga menyampaikan, saat itu dirinya sempat kabur namun malah dikerumuni dan dipukul oleh sejumlah rombongan yang diduga dari PMII. Sehingga akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka di bagian badan.

Sementara terkait laporan kasus ini, Paur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda jambi IPDA Maulana Kesuma, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut, dan saat ini kata dia masih dalam proses oleh pihak berwajib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: