Dampak Kabut Asap, Disdik Muaro Jambi Wajibkan Siswa dan Guru Gunakan Masker di Sekolah

Dampak Kabut Asap, Disdik Muaro Jambi Wajibkan Siswa dan Guru Gunakan Masker di Sekolah

Dampak Kabut Asap, Disdik Muaro Jambi Wajibkan Siswa dan Guru Gunakan Masker di Sekolah-Yasri Nurhadi-Jambitv.disway.id

Jambitv.co, Muaro Jambi - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Kabupaten Muaro Jambi, terutama di pagi hari. Dampaknya, para siswa dan guru diminta untuk menggunakan masker dalam kegiatan belajar mengajar. 

Kabupaten Muaro Jambi kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Terpantau pada Kamis pagi, kabut asap terlihat begitu pekat, sehingga menggangu jarak pandang dan kesehatan pengguna jalan.

Munculnya kabut asap ini membuat pihak satuan pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi mewajibkan siswa dan guru menggunakan masker, saat proses belajar mengajar di sekolah

Seperti halnya yang diterapkan oleh pihak Sekolah Dasar Negeri 106 kec. Mestong, Kabupaten Muaro Jambi ini, sejumlah siswa mengaku sangat terganggu dengan adanya dampak kabut asap akibat kebakaran lahan ini. 

Siswa pun terpaksa menggunakan masker dan lebih banyak beraktivitas di ruang kelas. Siswa berharap kebakaran hutan dan lahan bisa teratasi dan kabut asap dapat segera hilang.

“Sangat terganggu karena adanya dampak asap. Biasanya kan kami suka bermain, sekarang kami tidak bisa bermain di luar karena adanya dampak asap ini. Harapan kami kepada pemerintah semoga tidak ada pembakaran lahan lagi, semoga asap ini segera berlalu,” kata Kayla, Siswi SDN 106.

Yasminar  Kepala  Sekolah  Dasar negeri  106 Muaro Jambi menyebut, selain penggunaan masker, siswa dan guru juga diharuskan mengurangi aktivitas di luar ruangan, karena kondisi udara yang tidak sehat. Kebijakan ini diambil pihak sekolah, didasari oleh kualitas udara yang mengalami penurunan akibat kabut asap. Ini dilakukan agar peserta didik dan guru di sekolah tidak terdampak gangguan kesehatan akibat menghirup udara yang tidak sehat. Disisi lain, jika kualitas udara membaik dan kabut asap menghilang, siswa dan guru diperbolehkan melepas mesker dan beraktivitas di luar ruangan. 

“Kami dari pihak sekolah SDN 106 Muaro Sebapo terkait dengan kabut asap ini yang kondisinya kadang tipis kadang tebal, jadi kami melaksanakan sesuai intruksi dari Kepala Dinas Pendidikan Muaro Jambi bahwasanya kami harus menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di luar ruangan kami anak-anak permainan didalam kelas. ” ujarnya. 

Sementara itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh satuan pendidikan, baik jenjang TK, SD dan SMP untuk men standby kan masker di sekolah. Dinas Pendidikan mewajibkan siswa dan guru menggunakan masker saat melakukan proses belajar mengajar jika kondisi udara tidak sehat akibat dilanda kabut asap.

“Saya selalu berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan kondisi udara kita, namun kami menghimbau kepada seluruh satuan pendidikan dari jenjang PAUD, SD, dan SMP untuk standby menggunakan masker jadi sewaktu-waktu cuacah berubah segera menginstruksikan siswa untuk menggunakan masker.” pungkas Firdaus, Kepala Dinas Pendidikan  Muaro Jambi.

Pemakaian masker saat kondisi udara sedang tidak sehat ini dapat mencegah siswa dan guru terjangkit penyakit yang disebabkan oleh kabut asap, seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: