1.200 Hektare Sawah di Batang Hari Kekeringan, 183 Hektare Terancam Puso

Rabu 21-10-2026,10:06 WIB
Reporter : Pirdana Atrio
Editor : Suci Mahayanti

BATANGHARI, JAMBITV.CO - Kemarau panjang kini semakin mengancam produksi padi di Kabupaten Batang Hari. Bahkan saat ini, terdata sekitar 1.200 hektar lahan persawahan petani kini terdampak kekeringan. Kondisi ini dialami petani di setiap kecamatan.

Dampak kemarau panjang kian dirasakan petani padi sawah di Kabupaten Batang Hari. Terbatasnya sumber air membuat tanaman padi kekurangan pasokan air. Bahkan berdasarkan data sampai akhir September 2026 lalu, sekitar 1.200 hektar lahan milik petani sudah terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, mengatakan ribuan hektar lahan yang terdampak kekeringan tersebut tersebar di tujuh kecamatan dengan kategori mulai dari kekeringan ringan, sedang, hingga kekeringan berat. Kondisi ini tentunya akan semakin berdampak terhadap tanaman padi para petani yang terancam mengalami gagal panen atau puso.

BACA JUGA:Kemarau Melanda, 300 Hektare Lahan Padi di Muara Bulian Terdampak Kekeringan

"Di lokasi-lokasi pertanaman kami ya, untuk Kabupaten Batanghari dari 1.200-an yang terdampak kekeringan, tersebar di 7 kecamatan yang mempunyai titik-titik tanam. Dan kita masih melihat perkembangan, ya. Perkembangan ini belum sepenuhnya turun hujan, ada sekali-sekali turun hujan, tapi belum sempurna, ya. Kan dari BMKG juga Oktober ini masih masih kemarau, dan nanti di bulan November dan Desember baru ada hujan. Kita berharapnya tidak semakin meluas nih mengalami puso, karena memang untuk kekeringan sendiri masih ada kategori berat ini di 183 hektare. Kita khawatir kalau memang tidak ada hujan, ini tapi kalau hitung-hitungan saya kondisi berat ini agak susah untuk pulih, gitu nah. Jadi mungkin bakal nambah nih yang untuk lahan sawah yang mengalami puso," ucapnya.

Menghadapi kondisi ini, dinas terkait masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Langkah penanganan darurat juga dilakukan untuk meminimalkan dampak kekeringan serta mencegah meluasnya kerusakan tanaman padi. Upaya ini diharapkan dapat menekan risiko gagal panen yang lebih luas di tengah musim kemarau yang masih mengancam lahan pertanian.

Kategori :