Hotspot Melonjak, Hampir 200 Hektare Lahan Terbakar di Tanjab Timur

Kamis 03-09-2026,10:38 WIB
Reporter : Wahyu
Editor : Suci Mahayanti

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjab Timur Muslimin Tanja menyebut luas lahan yang terbakar hingga akhir Agustus telah mencapai 195,64 hektare.

Kecamatan Sadu menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, mencapai 57,75 hektare. Disusul Muara Sabak Barat seluas 41,79 hektare dan Kecamatan Berbak mencapai 39 hektare.

Wilayah lainnya yang turut terdampak kebakaran antara lain Geragai, Nipah Panjang, Kuala Jambi, Mendahara, Mendahara Ulu, Muara Sabak Timur hingga Rantau Rasau.

Meski hujan sempat turun dalam dua hari terakhir dan membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi, pemerintah daerah meminta seluruh pihak untuk tetap waspada.

Muslimin menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap titik panas yang terpantau.

“Begitu terpantau satu titik hotspot, langsung lakukan pemadaman api,” tegasnya.

Menghadapi ancaman karhutla, Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah menyiapkan 1.172 personel gabungan.

Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, Kejaksaan Negeri, Brigade Pengendalian Karhutla Taman Nasional Berbak, relawan Desa Tangguh Bencana, Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Peduli Api hingga UPTD Kehutanan.

Selain menyiagakan personel, pemerintah juga telah memetakan sedikitnya 67 desa di 10 kecamatan yang memiliki potensi rawan kebakaran hutan dan lahan.

BACA JUGA:Bakar Sampah Tengah Malam, Lahan di Bukit Baling Muaro Jambi Nyaris Meluas

Sejumlah posko lapangan juga telah disiapkan, di antaranya di Kecamatan Dendang, Mendahara Ulu, Berbak dan Sadu

Berbagai peralatan pendukung turut disiagakan, mulai dari kendaraan operasional, mesin pemadam, selang, tangki air, genset, GPS, handy talky, tenda hingga alat pelindung diri.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait kini terus memperkuat patroli terpadu, pemantauan hotspot, sosialisasi kepada masyarakat serta kesiapsiagaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjab Timur.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Sebab, satu titik api yang terlambat ditangani dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran besar, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut.

Masyarakat yang menemukan atau mengetahui adanya kebakaran dapat segera melaporkannya melalui Call Center 112.

Kategori :