Hotspot Melonjak, Hampir 200 Hektare Lahan Terbakar di Tanjab Timur
HOTSPOT MELONJAK, HAMPIR 200 HEKTARE LAHAN TERBAKAR DI TANJAB TIMUR--Jambitv.co
TANJABTIMUR, JAMBITV.CO — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur semakin menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, ratusan titik panas terpantau di wilayah tersebut, sementara luas lahan yang terbakar telah mencapai 195,64 hektare.
Kondisi ini menjadi perhatian bersama dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penanggulangan Karhutla Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2026 yang digelar di Aula Parama Satwika Polres Tanjab Timur.
Rapat tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, DPRD, para camat, kepala OPD hingga perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjab Timur.
BACA JUGA:Lahan Kembali Membara di Muaro Jambi, Api Padam Setelah Hampir 2 Jam
Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada satu atau dua instansi. Menurutnya, ancaman kebakaran harus dihadapi secara bersama-sama melalui koordinasi, kesiapsiagaan dan tindakan cepat di lapangan.
“Karhutla bukan masalah satu instansi, tetapi masalah kita bersama. Dengan sinergitas, kepedulian, dan tindakan nyata, kita cegah karhutla sejak dini,” tegas Kapolres.
Ade Candra mengatakan, berbagai langkah terus dilakukan Polres Tanjab Timur bersama pihak terkait. Mulai dari patroli, pemantauan hotspot, sosialisasi kepada masyarakat, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pembakaran.
BACA JUGA:Tiga Hektare Lahan Perkebunan di Tenam Terbakar, Petugas Berjibaku Hingga Tengah Malam
Bahkan, dalam penanganan kasus karhutla, polisi telah mengamankan satu orang tersangka yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan.
Penegakan hukum tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran.
Namun, upaya penanggulangan karhutla tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum. Deteksi dini menjadi salah satu kunci utama agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Setiap hotspot yang muncul harus segera diketahui, dicek dan ditindaklanjuti sebelum api membesar.
Data BPBD Tanjab Timur menunjukkan peningkatan signifikan jumlah titik panas selama Agustus 2026.
Sepanjang bulan tersebut tercatat 157 hotspot dan 43 fire spot. Angka itu melonjak dibandingkan Juli yang hanya mencatat 7 hotspot dan 10 fire spot.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: