Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sungai Penuh Menurun

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sungai Penuh Menurun

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sungai Penuh Menurun-Dewi Wilona-Jambitv.co

SUNGAIPENUH, JAMBITV.COKasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Sungai Penuh pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 42 kasus, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 53 kasus, serta tahun 2023 sebanyak 28 kasus.

‎Data tersebut disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Sungai Penuh. Meski tren tahun 2025 menunjukkan penurunan, dinas mencatat lonjakan kasus cukup signifikan terjadi pada tahun 2024.

‎Kepala DP3AP2KB Kota Sungai Penuh, Alpiantri, mengatakan mayoritas pelaku maupun korban kekerasan berasal dari lingkungan terdekat, seperti suami terhadap istri, kakak terhadap adik, serta sesama pelajar.

BACA JUGA:Kasus Keracunan MBG Meluas, Pemkab Muaro Jambi Hentikan Sementara SPPG Sengeti

‎Untuk kekerasan terhadap anak, paling banyak terjadi pada anak usia SD hingga SLTA. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua,” ujar Alpiantri, Senin 02 februari 2026.

‎Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan melalui sejumlah program, di antaranya Go To Sekolah, kegiatan sosialisasi, pendampingan psikologis, hingga pendampingan hukum bagi korban.

‎‎Alpiantri juga mengimbau seluruh keluarga dan orang tua di Kota Sungai Penuh agar meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga, baik yang sudah berumah tangga maupun anak-anak.

Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembiaran. Jika menemukan kasus perundungan atau kekerasan terhadap perempuan dan anak, segera laporkan ke dinas terkait atau aparat penegak hukum terdekat,” tegasnya.

Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kekerasan melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: