Di Balik Api Karhutla yang Dipadamkan, Ada Rindu yang Tak Terpadamkan
David saat bertugas dilahan gambut yang terbakar--Manggala agni
Untuk saat ini, Dania hanya seorang bayi kecil yang tumbuh hari demi hari dalam pelukan ibunya. Sementara ayahnya menghitung waktu, menunggu kesempatan untuk kembali pulang.
Kelak, mungkin Dania akan mengerti mengapa ayahnya harus pergi ketika usianya baru beberapa hari. Mengapa ia lebih sering melihat wajah ayah melalui foto, dan mengapa ibunya kerap bercerita tentang sosok yang belum selalu bisa hadir di samping mereka.
Namun, untuk saat ini, David hanya ingin satu hal. Pulang dengan selamat.
Ia ingin kembali ke rumah, menghampiri putrinya, mendengar tangisannya tanpa terhalang sinyal, lalu menggendongnya erat-erat. Ia ingin mencium wajah mungil Dania dan membiarkan waktu berjalan sedikit lebih lama, tanpa harus segera berpisah lagi.
Sebab, di antara kobaran api yang harus ia padamkan, ada kerinduan yang tak pernah benar-benar bisa ia tinggalkan di rumah.
Dan bagi David, setelah sekian lama berjauhan, mungkin tak ada suara yang lebih membahagiakan daripada tangisan Dania yang terdengar tepat di dalam pelukannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: