BATANG HARI, JAMBITV.CO - Upaya pencegahan dan penanganan kasus stunting, menjadi salah satu agenda prioritas yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari. Pasalnya pada tahun 2026 ini, sebanyak 1.157 orang anak balita di daerah setempat, terdata terindikasi mengalami stunting.
Jumlah ini diketahui berdasarkan hasil pelaksanaan Program Pekan Gebyar Anak dan Orang Tua, atau Gerakan Ayo ke Posyandu. Yang digencarkan secara masif oleh Pemerintah Daerah setempat, pada Januari 2026 lalu. Angka tersebut pun juga dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Batang Hari, Achmad Kurniadi. Dimana jumlah balita yang terindikasi stunting tersebut, diperkirakan mencapai 6,54 persen, dari total 18.373 orang balita yang terdata di daerah setempat. “Dari program pekan gebyar anak dan orang tua yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, ada 18.373 orang balita yang terdata mendatangi posyandu. Semuanya juga telah dilakukan serangkaian pemeriksaan, khususnya penimbangan dan pengukuran badan,” kata Kurniadi. Menurutnya, selain menjadi salah satu langkah strategi untuk melakukan penghematan pencegahan dan penurunan stunting. Gerakan ayo ke posyandu yang dicanangkan Pemkab Batang Hari tersebut, juga sebagai upaya untuk menghasilkan jumlah data yang pasti terkait angka stunting dari 307 Posyandu yang tersebar di 110 desa dan 14 kelurahan dalam 8 kecamatan di daerah setempat. "Dalam gerakan itu, sebanyak 379 tenaga kesehatan dan 1.890 kader posyandu, dikerahkan untuk memberikan serangkaian pelayanan kesehatan terhadap anak balita, dan ibu-ibu hamil. Upaya tersebut, akan terus digencarkan dan dimaksimalkan," ungkapnya. Untuk diketahui, serangkaian pelayanan dilaksanakan Pemkab Batang Hari dalam program pekan gebyar anak dan orang tua tersebut. Seperti penimbangan dan pengukuran badan balita, pelayanan imunisasi dasar lengkap, dan pelayanan pemeriksaan ibu hamil. Kemudian melakukan skrining penyakit tuberkulosis atau tb paru pada balita bermasalah gizi. Serta melakukan pendataan terhadap balita yang belum mempunyai Kartu Identitas Anak (KIA), dan pendataan pendidikan anak usia dini. Maupun memberikan makanan tambahan penyuluhan secara gratis, seperti susu dan telur.1.157 Orang Balita di Batang Hari Terindikasi Stunting
Sabtu 28-03-2026,18:20 WIB
Reporter : Pirdana Atrio
Editor : Pirdana Atrio
Tags : #super tangguh
#percepatan pencegahan dan penurunan stunting
#pemkab batang hari
#jambi
#angka stunting di batang hari
Kategori :
Terkait
Jumat 15-05-2026,16:41 WIB
Harga Minyak Goreng Melonjak, di Batang Hari Tembus Rp. 25.000 Per Liter
Jumat 15-05-2026,13:57 WIB
Dampak Banjir Bandang, 6 Jembatan Putus Pemerintah Putar Otak Cari Anggaran
Kamis 14-05-2026,17:45 WIB
Jelang Idul Adha 1447 H, Kebutuhan Konsumsi Beras di Batang Hari Bertambah Jadi 2.000 Ton Per Bulan
Rabu 13-05-2026,16:11 WIB
Jumlah Hewan Qurban di Batang Hari Tersedia 1.281 Ekor
Selasa 12-05-2026,17:41 WIB
Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Truk, Diduga Sengaja Menabrakkan Diri
Terpopuler
Jumat 15-05-2026,09:44 WIB
Pengumuman Index Review Rebalancing MSCI, Momentum Melanjutkan Reformasi Pasar Modal
Jumat 15-05-2026,09:46 WIB
Pengedar Sabu di Jambi Timur Ditangkap, Polisi Buru Pemasok Berinisial CT
Jumat 15-05-2026,09:41 WIB
Wagub Sani Lepas 444 CJH Kloter BTH 20, Jemaah Diminta Patuhi Aturan Arab Saudi
Jumat 15-05-2026,09:42 WIB
Jemaah Haji Dilarang Rekam Aktivitas Ibadah, Pelanggar Terancam Denda 10 Ribu Riyal
Jumat 15-05-2026,09:29 WIB
Peserta Uji Ahli K3 Umum Ungkap Pentingnya Kompetensi K3 di Dunia Industri
Terkini
Jumat 15-05-2026,17:56 WIB
Robert Samosir Resmi Mundur dari Pengurus Golkar Jambi, Surat Disampaikan 14 Mei 2026
Jumat 15-05-2026,17:32 WIB
Robert Samosir Resmi Pimpin PRI Jambi, Siap Perkuat Basis Politik hingga Daerah
Jumat 15-05-2026,16:41 WIB
Harga Minyak Goreng Melonjak, di Batang Hari Tembus Rp. 25.000 Per Liter
Jumat 15-05-2026,14:13 WIB
TPA Akan Segera Penuh, DLH Prediksi Hanya Akan Bertahan 4 Tahun Kedepan
Jumat 15-05-2026,13:57 WIB