Karhutla Mengintai Tanjabtimur, 23 Kasus Hanguskan 32,2 Hektare Lahan

Karhutla Mengintai Tanjabtimur, 23 Kasus Hanguskan 32,2 Hektare Lahan

Karhutla Mengintai Tanjabtimur, 23 Kasus Hanguskan 32,2 Hektare Lahan-Wahyu-Jambitv.co

MUARASABAK, JAMBITV.CO – Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, semakin mengkhawatirkan seiring memasuki musim kemarau.

Hingga Juli 2026, sedikitnya 23 kasus kebakaran tercatat terjadi di wilayah Tanjung Jabung Timur. Kebakaran tersebut mengakibatkan sekitar 32,2 hektare lahan dan perkebunan milik warga terbakar.

Kondisi cuaca yang cenderung kering dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Sejumlah titik panas juga mulai terpantau di beberapa wilayah.

Ancaman tersebut menjadi perhatian serius lantaran Tanjung Jabung Timur memiliki kawasan lahan gambut yang cukup luas. Karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi cepat menyebar dan lebih sulit ditangani ketika sudah menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan tanah.

BACA JUGA:Karhutla Kembali Terjadi di Tebo, 2 Hektare Kebun Sawit Warga Terbakar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Amri, mengatakan pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.

Menurutnya, personel BPBD disiagakan dan diarahkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan kebakaran.

Patroli rutin, pemantauan titik panas, serta deteksi dini terus dilakukan. BPBD juga memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan unsur terkait lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

BACA JUGA:18 Kejadian Karhutla Terjadi di Muaro Jambi, Luas Lahan Terbakar Capai 37,95 Hektare

Kewaspadaan semakin ditingkatkan karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut membuat lahan yang mulai mengering semakin rentan terbakar, terutama apabila terdapat sumber api.

Kawasan gambut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan Karhutla di Tanjung Jabung Timur.

Pengalaman penanganan Karhutla menunjukkan bahwa api di lahan gambut tidak selalu terlihat besar di permukaan. Bara dapat bertahan di bawah permukaan sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul.

Pada akhir Juli 2026, misalnya, dua kejadian Karhutla terjadi di Kecamatan Geragai dengan total sekitar 4,5 hektare lahan gambut terbakar. Tim gabungan bahkan masih melakukan pendinginan setelah api berhasil dikendalikan karena dikhawatirkan masih terdapat bara di bawah permukaan tanah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: