Akses Ruas Jalan Perkantoran di Batang Hari Rusak, Warga dan Pelaku Usaha Terdampak Debu

Akses Ruas Jalan Perkantoran di Batang Hari Rusak, Warga dan Pelaku Usaha Terdampak Debu

Akses Ruas Jalan Perkantoran di Batang Hari Rusak, Warga dan Pelaku Usaha Terdampak Debu-Pirdana Atrio-Jambi TV

BATANG HARI, JAMBITV.CO - Ruas Jalan Jenderal Sudirman Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, saat ini kembali mengalami kerusakan hingga mengganggu arus lalu lintas di wilayah setempat. Titik kerusakan ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi jambi ini, menyebar di pusat kawasan Perkantoran Pemerintah Daerah, menuju gedung kehormatan DPRD setempat.

 

Kondisi ini tidak hanya menjadi keluhan para pengendara ataupun warga, dan juga para pegawai Pemkab yang lalu lalang melintasi ruas jalan tersebut. Akan tetapi juga menuai keluhan dari warga yang berdomisili di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

 

Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Ray, warga Pal I Muara Bulian. Menurutnya, badan jalan yang sudah berlubang tidak hanya mengganggu arus lalu lintas kendaraan. Akan tetapi juga mengakibatkan debu bertebaran di sepanjang jalan.

 

“Kalau kami disini yang pasti merasa sangat terganggu. Apalagi debu banyak di jalan,” ungkapnya, Jum’at (05/06/2026).

 

Ray juga mengaku khawatir, debu yang bertebaran dapat berdampak terhadap kesehatan warga. Rerutama anak-anak yang dianggap rentan terhadap penyakit, seperti sesak nafas dan penyakit lainnya.

 

“Kalau perbaikan ada sebelum lebaran idul fitri kemarin. Tapi lihat aja sendiri, sudah rusak lagi. Soalnya cuma ditambal-tambal aja yang berlubang,”ujarnya.

 

Tak hanya warga, kerusakan ruas jalan ini juga dikeluhkan oleh para pelaku usaha yang mengais rezeki di sepanjang kawasan Jalan Jenderal Sudirman tersebut. Bahkan pemilik rumah makan di kawasan Pal 3 Muara Bulian, Edi mengungkapkan. Debu yang bertebaran di jalan sangat berdampak terhadap usaha mereka.

 

“Kalau ditanya ada efek atau dampaknya tidak? Ya sangat berdampak lah. Karena dari pagi sampai ke sore itu kan banyak sekali debunya,” kata Edi.

 

Dengan demikian, Edi pun berharap agar kondisi ini menjadi perhatian serius Pemprov Jambi, untuk segera melakukan perbaikan secara maksimal. Sebab menurutnya, sistem perbaikan dengan cara tambal sulam, tidak akan bisa bertahan lama.

 

“Kondisi seperti ini sudah bertahun – tahun. Cuma itu tadi, disini cuma sistem penambalan, tapi terulang kembali. Karena disini kan akses jalan lintas, dan banyak juga truk bertonase seperti angkutan batubara. Jadi di tambal, rusak lagi lah,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: jambitv.disway.id