DPRD Muaro Jambi Desak Percepatan Realisasi Anggaran 2026

DPRD Muaro Jambi Desak Percepatan Realisasi Anggaran 2026

DPRD Muaro Jambi Desak Percepatan Realisasi Anggaran 2026--Jambitv.co

MUAROJAMBI, JAMBITV.CO -  Memasuki tahun anggaran 2026, DPRD Kabupaten Muaro Jambi menyoroti realisasi anggaran di lapangan yang dinilai masih rendah. Padahal, waktu pelaksanaan terus berjalan, sementara cuaca tak menentu dan musim hujan mulai membayangi. Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, mendesak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera mempercepat pekerjaan, terutama proyek pembangunan fisik.

Lambatnya realisasi anggaran di lapangan menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Muaro Jambi. Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, menegaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran tidak boleh hanya terlihat di atas kertas. Progres administrasi yang telah berjalan harus diikuti dengan pekerjaan nyata dan hasil pembangunan yang terukur di lapangan. DPRD pun telah memanggil sejumlah instansi dan organisasi perangkat daerah terkait untuk mengevaluasi perkembangan realisasi anggaran tahun 2026, sekaligus mendorong agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Persoalannya, waktu terus berjalan. Kondisi cuaca yang tidak menentu, ditambah potensi hujan, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan proyek pembangunan fisik. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi ini berisiko menghambat pekerjaan di lapangan dan mempersempit waktu penyelesaian proyek.

BACA JUGA:DPRD Tebo Gelar Rapat Paripurna HUT TEBO KE-27

Karena itu, DPRD meminta OPD yang menangani pembangunan fisik untuk segera menyusun langkah percepatan, menyesuaikan jadwal pekerjaan dengan kondisi cuaca, serta memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai target.

"Kita DPRD sesuai dengan tusi kita di dalam melaksanakan tugas, salah satunya pengawasan ya, termasuk juga pengawasan tentang serapan anggaran tahun 2026. Beberapa waktu yang lalu kami memanggil instansi dan OPD terkait mendorong supaya pertama target tercapai. Yang kedua, mengingat situasi sekarang iklim tidak menentu, jadi kita juga harus menyesuaikan secepat mungkin supaya realisasi serapan ini maksimal," tuturnya.

Bagi DPRD, penyerapan anggaran bukan sekadar soal seberapa besar dana tersalurkan, melainkan sejauh mana anggaran tersebut diwujudkan menjadi pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: