Dua Bakteri Berbahaya Jadi Penyebab Keracunan Massal di Muaro Jambi

Dua Bakteri Berbahaya Jadi Penyebab Keracunan Massal di Muaro Jambi

Dua Bakteri Berbahaya Jadi Penyebab Keracunan Massal di Muaro Jambi-Yasri-Jambi TV

MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Pasca dugaan keracunan massal yang sempat menghebohkan warga di Kabupaten Muaro Jambi akhirnya menemukan titik terang. Hasil investigasi laboratorium mengungkap dua bakteri berbahaya sebagai pemicu utama. Temuan ini sekaligus membuka fakta serius, lemahnya higienitas dapur dan buruknya kualitas air produksi.

Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi pada 30 januari lalu di muaro jambi dipastikan bukan sekadar insiden biasa. Pemeriksaan laboratorium menemukan kontaminasi Staphylococcus aureus dan Escherichia coli atau E. coli, pada sejumlah sampel makanan dan sumber air. Temuan ini disampaikan Sekda sekaligus Ketua Satgas MBG Muaro Jambi, Budhi Hartono, usai rapat evaluasi bersama lintas instansi, termasuk perwakilan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan Dinas Kesehatan Muaro Jambi. Bakteri Staphylococcus aureus diduga muncul akibat proses pengolahan makanan yang tidak memenuhi standar kebersihan. Penjamah makanan disebut tidak sepenuhnya menjalankan prosedur higienitas, sehingga membuka celah kontaminasi sejak tahap persiapan. Sementara itu, E. coli ditemukan pada air sumur bor yang digunakan selama produksi. Hasil uji menunjukkan kandungan E. coli dan total coliform melampaui ambang batas aman.

BACA JUGA:Kasus Dugaan Keracunan MBG di Muaro Jambi, Hasil Uji Lab Masih Diproses

Tak hanya soal kebersihan dapur dan kualitas air, jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi juga menjadi sorotan. Makanan disebut dibiarkan terlalu lama sebelum didistribusikan. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan bakteri, terutama pada menu berbahan protein seperti ayam suwir yang memiliki tingkat kontaminasi cukup tinggi.

“Baru saja menerima hasil laboratorium pemeriksaan sampel dari kejadian pada tanggal 30 Januari kemarin, dan hari ini saya bersama semua anggota Satgas, kawan-kawan dari dinas, kemudian juga dari Korwil SPPG Muaro Jambi. Tadi Dinas Kesehatan sudah memaparkan bahwa kejadian pada tanggal 30 itu yang menyebabkan keracunan disebabkan oleh paling tidak ada dua bakteri, Staphylococcus aureus dan E. coli. Hasil dari investigasi atau pendalaman yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa bakteri Staphylococcus aureus itu sumbernya adalah dari tidak higienisnya makanan,” ungkap Budhi Hartono, Sekda sekaligus Ketua Satgas MBG.

Dalam rapat evaluasi, Satgas MBG menegaskan sejumlah rekomendasi perbaikan kepada yayasan penyelenggara, mulai dari penguatan pengawasan dapur, penerapan standar keamanan pangan yang lebih ketat, hingga pembenahan sistem air bersih dan sanitasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: