KOTAJAMBI, JAMBITV.CO - Kondisi kualitas udara di Kota Jambi yang masih fluktuatif membuat Pemerintah Kota Jambi memutuskan untuk melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Kebijakan ini diambil karena nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih berisiko menembus level 200, yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Pemerintah Kota Jambi memperpanjang masa PJJ bagi peserta didik mulai tanggal 7 hingga 9 September 2026 menyusul kualitas udara yang belum stabil. Wali Kota Jambi, Maulana, menyebutkan bahwa nilai ISPU masih berfluktuasi, bahkan dalam kondisi tertentu berada di atas 150 dan mendekati angka 200. Kondisi tersebut membuat Pemkot Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi mempertahankan kebijakan PJJ guna melindungi para siswa dari paparan udara yang tidak sehat.
“Karena kualitas udara di Kota Jambi masih belum membaik, pembelajaran jarak jauh diperpanjang hingga 9 September 2026,” ucap Maulana.
BACA JUGA:KASUS ISPA TANJABTIMUR TEMBUS 20.334, KABUT ASAP KARHUTLA ANCAM KESEHATAN WARGA
Kendati demikian, penerapan PJJ memunculkan sejumlah keluhan dari orang tua siswa, salah satunya terkait meningkatnya kebutuhan kuota internet. Selain itu, sebagian besar orang tua masih harus bekerja sehingga tidak selalu dapat mendampingi anak-anak selama pembelajaran daring berlangsung. Menanggapi hal tersebut, Maulana menyatakan bahwa Pemkot Jambi terus melakukan kajian terkait penerapan PJJ dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara serta keamanan ruang kelas.
Berdasarkan ketentuan yang menjadi acuan, pembelajaran tatap muka sebetulnya dapat dilakukan pada ruang kelas yang dinilai aman dari paparan udara luar. Namun, kondisi sebagian besar Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Jambi belum memenuhi kriteria tersebut karena ruang kelas masih terbuka dan terhubung langsung dengan udara luar.