MUAROJAMBI , JAMBITV.CO - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muaro Jambi makin berdampak pada kesehatan warga. Hingga pekan terakhir Agustus, ratusan warga terdata mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan Muaro Jambi menyebutkan bahwa kasus ISPA meningkat di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi buruknya kualitas udara juga mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Sejumlah puskesmas di Muaro Jambi kini mulai banyak menerima warga dengan keluhan gangguan pernapasan.
BACA JUGA:Dalam Enam Hari, Tercatat 805 Kasus ISPA Di Batang Hari
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) disebut mulai meningkat sejak awal Agustus. Di Puskesmas Rawat Inap Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota, misalnya, warga yang mengalami keluhan pernapasan datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Gejala yang dialami di antaranya batuk, pilek, hingga keluhan pada saluran pernapasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mencatat hingga pekan terakhir Agustus sudah ada 369 warga yang terdata mengalami ISPA. Kasus terbanyak terdapat di wilayah yang terdampak karhutla. Wilayah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi.
“ISPA masih menjadi kasus yang paling dominan, mencakup sekitar dua pertiga dari seluruh kasus yang terpantau. Ini menunjukkan bahwa paparan asap masih berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat,” kata Hardian.
BACA JUGA:276 Kasus ISPA Tercatat di Puskesmas Paal V, Diduga Terdampak Asap Karhutla
Data sementara menunjukkan Puskesmas Muaro Kumpeh mencatat 59 kasus ISPA, disusul Puskesmas Petaling dengan 52 kasus. Kemudian, Puskesmas PIR Dua Bajubang dan Puskesmas Tangkit masing-masing mencatat 48 kasus.
Meningkatnya kasus ISPA ini menjadi peringatan di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruang, terutama saat kualitas udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi risiko terpapar asap dan partikel polutan.