Siaga Karhutla, Luas Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi Capai 1.776 Hektare
Siaga Karhutla, Luas Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi Capai 1.776 Hektare-Arfani-Jambitv.co
KOTAJAMBI, JAMBITV.CO - Karhutla di Provinsi Jambi hingga 29 Agustus 2026 telah membakar 1.776 hektare lahan. Sebanyak 5.102 titik panas terdeteksi, dengan Sarolangun menjadi daerah terluas terdampak. Meski sejumlah lokasi memasuki tahap pendinginan, lahan gambut masih diwaspadai karena rawan memunculkan api kembali.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus meningkat seiring dengan menguatnya musim kemarau. Terhitung sejak 1 Januari hingga 29 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Jambi mencapai 1.776,56 hektare. Sementara itu, sebanyak 5.102 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Data tersebut merupakan hasil pemantauan satelit Terra-Aqua, SNPP, dan NOAA 20 dalam periode 1 Januari hingga 29 Agustus 2026.
BACA JUGA:Dampak Karhutla, Ratusan Warga Mulai Terserang ISPA
Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan luas karhutla tertinggi, yaitu 473,64 hektare, disusul Batang Hari 374,50 hektare, Muaro Jambi 325 hektare, dan Tanjung Jabung Barat 292,30 hektare. Selanjutnya, Tanjung Jabung Timur 189,63 hektare, Tebo 96,81 hektare, Bungo 14 hektare, dan Merangin 10,3 hektare. Sementara Kerinci, Sungai Penuh, dan Kota Jambi tercatat nihil dalam data luas karhutla tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan kondisi karhutla di sejumlah daerah saat ini rata-rata telah memasuki tahap pendinginan. Meski demikian, penjagaan dan pemantauan tetap dilakukan, terutama di kawasan lahan gambut yang masih menyimpan panas dan berisiko memunculkan kembali titik api. Bachyuni mengatakan, meski api di sejumlah lokasi telah berhasil dikendalikan, asap masih ditemukan. Karena itu, proses pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menjadi titik api.
BACA JUGA:Dampak KARHUTLA Ispu Di Batang Hari Kembali Naik Ke Level Sangat Tidak Sehat Kabupaten Batang Hari
Pemerintah daerah bersama tim di lapangan diminta terus melakukan pemantauan, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut dan memiliki catatan karhutla cukup tinggi. Upaya pencegahan juga terus diperkuat untuk mengantisipasi munculnya kembali kebakaran di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
“Yang paling tinggi di Sarolangun, nomor dua di Batang Hari, dan nomor tiga di Muaro Jambi. Kalau hasil rakor tadi rata-rata tinggal pendinginan,” ujarnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: