Berdasarkan catatan Balai Besar TNKS menyebut, Danau Kaco cenderung sedikit dihuni oleh biota air seperti ikan, zooplankton dan fitoplankton. Di danau tersebut menjadi tempat hidupnya ikan semah (Tor douronensis). Selain itu secara bologi, fitoplankton dan algae juga dapat menghasilkan warna biru dari kejauhan.
Karena memiliki karakter yang unik di Danau Kacau tersebut, selain wisatawan juga tak jarak para peneliti yang melakukan penelitian di sana.
BACA JUGA:Terkait Kebersihan Wisata Danau Kaco, FOR-PULIH Gelar Audiensi bersama BBTNKS
Danau Lingkat
Danau ini pernah dikunjungi mantan Gubernur Jambi Zumi Zola dan istrinya pada tahun 2016. Zumi dan istrinya juga sempat berfoto bersama di pinggiran danau tersebut. Keduanya tampak menikmati suasana asri serta pemandangan berupa hamparan pepohonan hijau di sekeliling danau.
Untuk sampai ke lokasi Danau Lingkat tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan dari Desa Wisata Lempur yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sesampainya di lokasi wisatawan akan disuguhkan pemandangan danau yang memiliki air berwarna hijau pekat serta panorama indah perbukitan dan pepohonan.
Danau Lingkat yang memiliki luas 12 hektare itu cukup mempesona karena berada di ketinggian 1.000 MDPL, sehingga membuat hawa di sekitar danau terasa sejuk. Warna airnya yang hijau pekat itu membuat serasi dengan pepohonan rindang yang berada disekeliling danau.
Di danau tersebut, tak ada perahu. Yang ada hanya rakit bambu. Sebab, pengunjung atau pun masyarakat dilarang menggunakan perahu saat mengarungi danau. Menurut warga setempat, larangan ini berawal dari legenda seorang gadis yang hilang saat berperahu di danau tersebut.
BACA JUGA:Kota Tua Jambi Resmi Dibuka, Wali Kota Dorong Wisata Sejarah dan UMKM Terpadu
Untuk sampai ke Danau Duo ini, pengunjung atau wisatawan bisa menempuh dengan jalan kaki yang akan memakan waktu sekitar 2 jam. Jika pengunjung menggunakan kendaraan roda trail bisa ditempuh waktu 45 menit. Danau ini berjarak 8 kilometer dari Lempur dan memiliki jalur yang sulit.
Danau ini dikelilingi oleh tanaman kulit manis yang ditanam warga setempat. Setiba di lokasi pengunjung bisa menikmati keindahan danau dengan menggunakan rakit. Selain itu di pinggiran danau ini juga tersedia tempat untuk mendirikan tenda.
Danau Duo memiliki ciri khas, keunikan tersendiri dan berbeda dengan danau lainnya. Permukaan danau ini akan lebih tinggi pada musim kemarau, dan berkebalikan saat musim penghujan terjadi permukaan danau yang menyusut.
Selain itu, danau tersebut tidak memiliki hulu dan muara, air di danau tersebut bersumber dari resapan air dari Gunung Batuah. Kelebihan air di danau ini akan mengalir melalui resapan bawah tanah dan sampai ke Desa Lempur.
Keindahan lain dari danau ini adalah pinggirannya yang berpasir dan berbatu.
BACA JUGA:Destinasi unggulan Jambi Air Terjun Telun Berasap Kerinci
Danau Nyalo