Karhutla Semakin Meluas, Pemkab Muaro Jambi Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat

Karhutla Semakin Meluas, Pemkab Muaro Jambi Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat

Karhutla Semakin Meluas, Pemkab Muaro Jambi Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat-Yasri-Jambitv.co

MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi Siaga Tanggap Darurat Bencana. Keputusan ini diambil menyusul maraknya titik api dan kebakaran yang terus terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko).

Penetapan status tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) penanggulangan karhutla yang dipimpin Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir di Ruang Ridan, Kantor Bupati Muaro Jambi, Kamis (27/8/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri Kajari Muaro Jambi Karya Graham Hutagaol, S.H., M.Hum., Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah Budhi Hartono, S.Sos., M.T., perwakilan Dandim 0415/Jambi, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Junaidi mengatakan keputusan menaikkan status penanganan karhutla diambil karena kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan. Titik api masih bermunculan di tengah kemarau panjang yang melanda Muaro Jambi.

BACA JUGA:Karhutla Jambi Makin Serius, Hotspot Tembus 4.412 Titik dan 954 Hektare Lahan Terbakar

"Status ini kita tingkatkan agar penanganan karhutla bisa lebih cepat dan maksimal, baik dalam mobilisasi personel, sarana prasarana maupun dukungan anggaran," ujar Junaidi.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus menangani dampak karhutla yang mulai mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Dampak karhutla mulai terasa di sektor kesehatan. Kabut asap tebal dilaporkan memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di wilayah Muaro Kumpeh.

Kondisi udara yang memburuk juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Untuk melindungi kesehatan peserta didik, kegiatan belajar tatap muka pada jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA/sederajat sementara dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring.

BACA JUGA:Gubernur Al Haris Turun Langsung Tangani Karhutla di Air Hitam Sarolangun

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi pemerintah agar anak-anak tidak terlalu banyak terpapar asap akibat karhutla.

Bukan hanya kesehatan dan pendidikan yang terdampak. Kemarau panjang juga menghantam sektor pertanian dan perikanan masyarakat.

Petani cabai merah mengalami kerugian akibat kekeringan yang menyebabkan tanaman tidak mampu berproduksi secara optimal hingga gagal panen.

Sementara itu, para pembudidaya ikan di kawasan Mendalo Laut hingga Sungai Duren menghadapi persoalan serupa. Debit air yang surut drastis membuat kondisi kolam dan tambak memburuk hingga menyebabkan kematian massal ikan budidaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait