Damkar Muaro Jambi Kembali Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Jaluko
Damkar Muaro Jambi Kembali Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Jaluko-Yasri-Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) bergerak cepat memadamkan api yang membakar lahan kebun warga di RT 17, Desa Muhajirin, Kecamatan Jaluko, Rabu (26/8/2026).
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.41 WIB. Informasi diterima petugas dari seorang warga bernama Doni melalui sambungan telepon dan WhatsApp pada pukul 12.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 1 Pos Wilayah Jaluko mengerahkan satu unit armada Damkar 04 dengan nomor kendaraan BH 8013 GZ. Sebanyak lima personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 14.17 WIB.
"Petugas langsung menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) setelah menerima perintah pimpinan," demikian laporan penanganan Damkar.
BACA JUGA:302,93 Hektare Lahan di Muaro Jambi Terbakar, Mayoritas Gambut
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan air ke titik-titik api. Sebanyak 4.000 liter air digunakan untuk menjinakkan kobaran api sekaligus mencegah api kembali menyala.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 15.10 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Koordinator Wilayah Jaluko, Hasbiallah, memimpin langsung operasi tersebut. Lima personel yang diterjunkan yakni Maulana, M. Nizar, A. Roni J, Rudi Irawan, dan A. Muslih.
Setelah penanganan dinyatakan selesai, armada Damkar meninggalkan lokasi dan kembali ke pos pada pukul 16.14 WIB. Total jarak tempuh armada mencapai 34 kilometer.
Hingga penanganan selesai, asal api belum diketahui. Tidak ada identitas korban maupun pemilik lahan yang tercatat dalam laporan kejadian.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi memicu meluasnya kebakaran. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum membesar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: