Kemarau Mulai Berdampak, Warga Muaro Jambi Kesulitan Air Bersih
Kemarau Mulai Berdampak, Warga Muaro Jambi Kesulitan Air Bersih -Yasri-Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Debit air sumur warga terus menyusut, sementara kualitas air kian memburuk. Di tengah keterbatasan pasokan air bersih dan belum terjangkaunya layanan PDAM, warga terpaksa berhemat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dampak musim kemarau kini mulai dirasakan warga Desa Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Sumur yang menjadi sumber air bersih utama masyarakat mengalami penurunan debit secara signifikan.
Menyusutnya volume air membuat dasar sumur semakin terlihat. Akibatnya, air menjadi lebih keruh karena endapan lumpur ikut terangkat. Kondisi ini memaksa warga tetap menggunakan air dengan kualitas yang menurun, karena belum tersedianya jaringan PDAM di wilayah mereka.
BACA JUGA:Siaga Hadapi Musim Kemarau, Kapolres Muaro Jambi: Pelaku Karhutla Akan Ditindak Tegas
Salah seorang warga, Arismanto, mengaku keluarganya kini harus lebih bijak menggunakan air. Setiap hari pemakaian air diatur sehemat mungkin agar cukup untuk kebutuhan memasak, mencuci, dan mandi. Warga berharap musim kemarau tidak berlangsung lebih lama, sehingga debit air sumur dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.
"Kalau air bersih enggak ada soalnya PDAM jauh di Muaro Jambi, kalau di sini air sumur. Kalau kemarau airnya sudah mulai keruh. Kalau kemarau itu biasanya sampai 1 minggu, tapi kalau hujan lagi itu keruh juga. Tapi kalau sudah enggak hujan beberapa hari baru bisa jernih," ucapnya.
Hingga saat ini, warga mengaku belum menerima bantuan pasokan air bersih dari pemerintah setempat. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, masyarakat berharap distribusi air bersih segera dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: