Kemarau Mengancam, 1.883 Hektare Sawah di Batang Hari Rawan Kekeringan
Kemarau Mengancam, 1.883 Hektare Sawah di Batang Hari Rawan Kekeringan-Pirdana Atrio-Jambi TV
BATANG HARI, JAMBITV.CO – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mulai mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dengan memetakan lahan sawah yang berpotensi mengalami kekeringan. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari, sedikitnya sekitar 1.883 hektar lahan sawah masuk dalam kategori rawan kekeringan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana mengatakan. Bahwa lahan sawah yang berpotensi terdampak kekeringan tersebut, tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari. Pemetaan dilakukan sebagai langkah awal untuk mempermudah penanganan apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
“Kami telah melakukan pemetaan terhadap lahan sawah yang berpotensi mengalami kekeringan. Totalnya mencapai sekitar 1.883 hektar dan tersebar di hampir seluruh kecamatan. Dengan pemetaan ini, penanganan di lapangan nantinya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Roma Uliana.
Menurutnya, langkah antisipasi tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi kondisi cuaca pada tahun 2026. Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan berkurang sehingga meningkatkan risiko kekeringan pada lahan pertanian.
Untuk mengurangi dampak terhadap produksi padi, DTPHP telah menginstruksikan seluruh petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah binaan masing-masing.
“Kami juga meminta petugas di lapangan untuk terus melakukan pemantauan serta mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia, seperti pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani. Selain itu, fungsi embung, irigasi perpipaan, dan jaringan irigasi yang ada juga harus dimanfaatkan secara maksimal agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi selama musim kemarau,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap berbagai langkah antisipasi tersebut mampu menekan risiko kekeringan yang dapat memicu gagal tanam maupun penurunan hasil produksi padi. Petani juga diimbau untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air di lahan sawah mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: jambitv.disway.id