49 Suspek Campak di Muaro Jambi, Dinkes Imbau Lengkapi Imunisasi
49 Suspek Campak di Muaro Jambi, Dinkes Imbau Lengkapi Imunisasi-Yasri-Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO — Lonjakan kasus suspek campak terjadi di Kabupaten Muaro Jambi dan menjadi alarm serius bagi masyarakat. Dinas Kesehatan setempat mencatat 49 kasus suspek, dengan dua di antaranya telah terkonfirmasi positif setelah uji laboratorium.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Muaro Jambi, dr. Ariany Widiastuty, mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, tujuh sampel telah diperiksa, dan hasilnya menunjukkan adanya infeksi aktif campak di wilayah ini. Meski begitu, kondisi pasien saat ini berangsur membaik.
“Sebagian besar pasien sudah mendapatkan penanganan medis. 24 orang menjalani rawat jalan, sementara 14 lainnya sempat dirawat inap. Saat ini, seluruh pasien dilaporkan dalam kondisi membaik,” jelasnya.
Namun di balik perbaikan kondisi pasien, temuan di lapangan justru memunculkan kekhawatiran baru. Dinkes menemukan masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap. Setidaknya lima anak tercatat belum menuntaskan imunisasi, yang berpotensi mempercepat penyebaran virus.
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Kota Jambi Siagakan Fasilitas Kesehatan Hadapi Kasus Campak
Situasi ini mempertegas bahwa rendahnya cakupan imunisasi masih menjadi celah utama dalam penyebaran campak. Padahal, penyakit ini dikenal sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh optimal.
Dinas Kesehatan pun mengimbau orang tua untuk tidak menunda imunisasi. Vaksin campak seharusnya diberikan sesuai jadwal, yakni saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan saat masuk kelas 1 SD.
Imunisasi lengkap dinilai sebagai langkah paling efektif untuk membentuk perlindungan tubuh anak sekaligus memutus rantai penularan di tengah masyarakat.
Dengan meningkatnya kasus ini, kewaspadaan kolektif menjadi kunci. Orang tua diharapkan segera memastikan status imunisasi anak, sementara masyarakat diminta lebih peka terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, ruam merah, batuk, dan mata merah.
Jika tidak ditangani serius, lonjakan kasus ini berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa. Pemerintah daerah pun terus memantau situasi dan memperkuat upaya pencegahan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: