Rakernas V Pelita Bahas Transformasi Politeknik Jadi Universitas Terapan
Rakernas V Pelita di Makasar--
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ekosistem Vokasi: Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan” tersebut dihadiri 48 pimpinan dan perwakilan dari 35 perguruan tinggi politeknik swasta anggota Pelita Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA:Tanamkan Nilai Kebangsaan, Kesbangpol Kota Jambi Gelar Sosialisasi
Politeknik Maritim AMI Makassar bertindak sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Rakernas tahun ini. Acara resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) oleh Staf Ahli Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Prof. Dr.-Ing. Ir. Nandy Setiadi Djaya Putra, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
Direktur Eksekutif Pelita Indonesia, Ginanjar Wiro Sasmito, mengatakan transformasi politeknik menjadi universitas terapan merupakan isu strategis yang perlu terus diperjuangkan oleh penyelenggara pendidikan tinggi vokasi swasta.
BACA JUGA:Dampak Kabut Asap, Puskesmas Putri Ayu Catat 837 Kasus ISPA
Menurut Ginanjar, gagasan tersebut sejalan dengan aspirasi Pelita Indonesia yang sebelumnya telah disampaikan secara resmi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI. Pembahasan ini juga dinilai relevan dengan proses penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang masih membutuhkan berbagai masukan substantif.
“Isu Universitas Terapan merupakan isu yang sangat layak dan akan terus digaungkan, sejalan dengan aspirasi yang pernah disampaikan Pelita Indonesia secara resmi saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat di Komisi X DPR RI. Terlebih lagi, RUU Sisdiknas saat ini masih membutuhkan berbagai saran, kritik, dan masukan substantif,” ujar Ginanjar.
BACA JUGA:Syarat dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026, Bisa Pinjam Rp 100 juta Cicilan Hingga 60 Bulan
Untuk memperdalam pembahasan, Rakernas V Pelita Indonesia menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan industri teknologi. Materi yang disampaikan diharapkan menjadi referensi dalam merumuskan program kerja organisasi sekaligus memperkuat kesiapan perguruan tinggi vokasi menghadapi perubahan kelembagaan.
Prof. Nandy Setiadi Djaya Putra memaparkan materi mengenai arah dan kebijakan pemerintah dalam menyongsong transformasi politeknik menjadi universitas terapan. Sementara itu, Guru Besar Politeknik Negeri Ujung Pandang, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., mengulas kesetaraan antara universitas dan universitas terapan dari perspektif akademis.
Perspektif industri turut dihadirkan melalui perwakilan Google Indonesia, M. Edward Ranggong, yang membawakan materi tentang persiapan ekosistem universitas terapan berbasis teknologi.
Selain sesi pemaparan, Rakernas juga diisi dengan berbagi praktik baik (sharing session) mengenai pengelolaan kelembagaan. Sesi ini menghadirkan pimpinan Politeknik ATMI Surakarta, Politeknik IDN, dan Politeknik Dewantara untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan institusi pendidikan vokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: