KOTAJAMBI, JAMBITV.CO — Anggota Komisi Lima DPR RI Edi Purwanto optimistis pembangunan kolam retensi di Kota Jambi dapat rampung seratus persen pada akhir November mendatang. Kolam retensi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengendalian banjir, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik estetika bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Edi Purwanto saat meninjau progres pembangunan kolam retensi, bersama Wali Kota Jambi Maulana dan pihak terkait, pada Senin sore 26 Oktober 2026.
Edi mengaku bahagia melihat perkembangan pembangunan kolam retensi yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan. Ia optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada akhir November mendatang.
Menurut Edi, kolam retensi ke depan tidak hanya difungsikan sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga dapat ditata menjadi kawasan yang lebih menarik. Melalui pengembangan UMKM, penataan estetika, serta aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
BACA JUGA:Bupati Monadi Tinjau Banjir Bandang Tanjung Pauh
Edi juga berharap pembangunan kolam retensi ini menjadi bagian dari langkah besar penanganan banjir di Kota Jambi. Ia menyebut, jika sistem pengendalian banjir mampu mengurangi genangan hingga enam puluh sampai delapan puluh persen, maka program ini berpotensi menjadi proyek percontohan nasional.
"Saya bahagialah dengan Pak Wali melihat progres daripada kolam retensi ini yang mungkin para pihak pada saat pengerjaan banyak yang pesimis. Alhamdulillah, optimis kita insyaallah tercapai. Dan mudah-mudahan nanti di akhir November semua sudah 100% selesai. Nah, tentu tata apa namanya kelola di sini nanti kan Pak Wali mungkin punya desain, sehingga kolam retensi ini bukan hanya untuk pengendalian banjir, tapi juga di situ muncul ada nilai ekonomisnya UMKM, kemudian estetikanya juga akan lebih indah, sehingga menampilkan wajah kota yang lebih indah, wajah kota yang optimis untuk bisa menyelesaikan persoalan banji," ujar Edi.
Edi menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan penyusunan pengendalian banjir. Menurutnya, penanganan banjir di kawasan perkotaan memerlukan kajian yang optimal dan terintegrasi, agar solusi yang dibangun mampu menjawab persoalan banjir dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Banjir Bandang Terjang Tanjung Pauh Mudik, Warga Terdampak
Dalam peninjauan tersebut, Edi juga menyoroti sejumlah bagian di sekitar kawasan proyek yang masih memerlukan penyelesaian, termasuk persoalan sempadan sungai.
Ia berharap Wali Kota Jambi bersama pihak terkait dapat segera berkoordinasi, agar proses penyelesaian pembangunan dan penataan kolam retensi dapat berjalan lebih cepat.
Edi mengapresiasi langkah Wali Kota Jambi Maulana yang dinilainya aktif mengawal progres pembangunan. Ia berharap kolam retensi ini dapat berfungsi maksimal dalam mengurangi risiko banjir, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Jambi yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.