BATANGHARI, JAMBITV.CO – Program Cetak Sawah Rakyat atau CSR di Kabupaten Batang Hari hingga kini belum berjalan optimal. Sebab, dari total 603 hektare lahan yang telah dibuka, baru 100 hektare yang telah ditanami padi.
Di tahun 2025 lalu, pemerintah pusat telah menggulirkan program Cetak Sawah Rakyat atau CSR di Kabupaten Batang Hari. Namun, dari total 603 hektare lahan yang telah dibuka, sekitar 503 hektare di antaranya hingga kini belum ditanami padi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana, mengungkapkan bahwa pada musim tanam sebelumnya, penanaman padi baru dapat direalisasikan di lahan seluas sekitar 100 hektare. Yakni dengan hasil panen pada musim tanam tersebut mencapai lima sampai enam ton per hektare.
BACA JUGA:Kemarau Panjang, 100 Hektare Sawah di Tebo Gagal Panen
"Cetak sawah ya, cetak sawah untuk cetak sawah rakyat tahun 2025 itu di 603 hektar sampai sampai kondisi sekarang ini memang belum bisa ditanami seluruhnya gitu karena ada beberapa kendala di antaranya memang lahannya itu belum sempurna belum sempurna rintisannya dan pengolahannya sehingga terhambat untuk ditanami. Selanjutnya juga di beberapa lokasi di musim kemarau ini memang mengalami kekeringan. Ada dari beberapa lokasi juga yang ketika banjir kemarin terkena banjir terus kena kekeringan sudah ditanam kena banjir gagal gagal-gagal gitu ya gagal tanam lagi. Sesudah itu sekarang karena kekeringan, jadi beberapa lokasi kondisinya seperti itu." Ujar Uliana.
Faktor Alam Menjadi Penyebab Belum Ditanami Padi
Menurutnya, belum optimalnya penanaman padi di lahan Cetak Sawah Rakyat tersebut disebabkan kondisi lahan di sejumlah lokasi yang belum sepenuhnya siap. Selain itu, faktor alam juga menjadi penyebab utama tertundanya proses penanaman padi.
Di mana pada awal Mei 2026 lalu, diperkirakan lebih dari 90 persen lahan CSR terdampak bencana banjir. Sementara saat ini, daerah setempat juga dihadapi bencana kekeringan akibat dilanda musim kemarau dalam beberapa bulan terakhir.