Ekonomi DIY Tumbuh 5,75 Persen, Dahlan Iskan Diajak Berbagi Pengalaman Hadapi Perubahan

Senin 12-10-2026,10:09 WIB
Editor : Suci Mahayanti

Ada tiga ekspoter yang sempat diajak nak ke panggung. Tiga-tiganya ekspor hasil kerajinan tangan. Khas Yogyakarta. Mereka adalah Johni Sahlan (Tashinda), Deddy Effendy (Palem Craft), dan Riris Simanjuntak (Indo Risakti).

Dari obrolan itu, Dahlan melibat masih banyak pengusaha rupanya belum mau berubah. Mereka masih berpegang pada doktrin lama yakni membedakan antara grosir dan eceran. Masih berpegang pada ajaran bahwa ekspor itu untuk perusahaan importir di negara tujuan.

“Padahal dengan kondisi seperti sekarang, jangan lagi terpaku pada cara lama,” pesannya. Dahlan sempat mencontohkan koleganya seorang pengusaha ekspor garmen dengan pabrik besar, tapi kini juga melayani pembeli eceran di luar negeri. 

Ekonomi DIY Tumbuh 5,75 Persen

Di tengah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, kinerja ekonomi DIY sebenarnya mencatat pertumbuhan positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi DIY tumbuh 5,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen pada periode yang sama.

Pertumbuhan ekonomi DIY tersebut menjadi modal bagi dunia usaha untuk berkembang. Namun, BI juga mengingatkan bahwa persaingan yang semakin ketat, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan tantangan tenaga kerja tetap perlu diantisipasi, baik oleh perusahaan besar maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di tingkat nasional, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Secara kumulatif, pertumbuhan pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. BI menyebut permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), sebagai penopang utama pertumbuhan tersebut.

Di tengah dinamika itu, Temu Responden menjadi bagian dari upaya BI memperoleh informasi mengenai perkembangan ekonomi dan aktivitas dunia usaha. Kantor Perwakilan BI DIY secara rutin memantau kondisi ekonomi melalui sejumlah survei, antara lain Survei Liaison, Survei Kegiatan Dunia Usaha, Survei Konsumen, Survei Pemantauan Harga, dan Survei Harga Properti Residensial.

Informasi yang dihimpun dari responden digunakan sebagai bahan penyusunan asesmen ekonomi dan rekomendasi kebijakan. Karena itu, keterbukaan informasi serta kerja sama pelaku usaha menjadi bagian penting dalam mendukung analisis kondisi perekonomian daerah.

Melalui kegiatan tersebut, BI DIY berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kategori :