KERINCI, JAMBITV.CO — Gendang dan syair adat kembali bergema di tengah masyarakat 5 Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. Tradisi Kenduri Sko kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Kenduri Sko merupakan salah satu upacara adat masyarakat Kerinci yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus pengukuhan gelar adat. Tradisi ini hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat, termasuk warga 5 Desa Tamiai.
Kenduri Sko Lembaga Adat Depati Muaro Langkap 5 Desa Tamiai digelar di kawasan adat Desa Tamiai, tepatnya di lapangan bola Desa Tamiai. Berbagai prosesi adat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
Rangkaian tersebut di antaranya arak-arakan pusako, pengantaran para depati, ninik mamak dan pemangku adat, hingga ritual pembersihan pusako atau benda-benda pusaka yang dianggap sakral sebagai peninggalan leluhur dan simbol adat istiadat masyarakat setempat.
Ribuan warga turut hadir menyaksikan berbagai atraksi budaya dan kesenian yang ditampilkan anak jantan dan anak batino 5 Desa Tamiai. Di antaranya Tari Rangguk, Tari Selendang, serta Tari Massal Tauf.
Selain berbagai prosesi adat dan kesenian, Kenduri Sko juga menjadi momentum pelantikan pemangku adat baru. Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kepengurusan adat yang nantinya menjalankan tata nilai, norma, serta hukum adat di tengah masyarakat.
Bupati Kerinci Monadi mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan modernisasi, keberadaan tradisi adat sempat dikhawatirkan semakin terpinggirkan. Namun, masyarakat terus berupaya menjaga agar nilai-nilai adat tetap hidup dan relevan bagi generasi penerus.
BACA JUGA:Polda Jambi Dukung Pewarisan Semangat Juang ’45 dalam Musda LVRI Provinsi Jambi
Menurutnya, pelestarian tradisi seperti Kenduri Sko menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Kerinci di tengah perubahan zaman.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Depati Muaro Langkap, Hendrizal, mengatakan Kenduri Sko menjadi bukti bahwa tradisi yang dianggap mulai usang tetap dapat dihidupkan kembali dengan semangat baru.
Ia berharap Kenduri Sko tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi perekat sosial dan memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
Menurutnya, keberagaman tradisi yang dimiliki masyarakat adat Depati Muaro Langkap Tamiai dapat menjadi fondasi dalam memperkuat kerukunan serta mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Kenduri Sko, masyarakat 5 Desa Tamiai kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan leluhur, memperkuat nilai-nilai adat, serta mewariskan budaya tersebut kepada generasi mendatang.