Dampak Karhutla di Batang Hari, Luas Hutan dan Lahan Terbakar Capai 1.316 Hektare

Dampak Karhutla di Batang Hari, Luas Hutan dan Lahan Terbakar Capai 1.316 Hektare

Dampak Karhutla di Batang Hari, Luas Hutan dan Lahan Terbakar Capai 1.316 Hektare-Pirdana Atrio-Jambi TV

BATANG HARI, JAMBITV.CO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari, terus meluas. Berdasarkan rekapitulasi data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, total luas hutan dan lahan yang terbakar sejak Januari hingga 28 September 2026 telah mencapai 1.316,11 hektare.

Kepala Pelaksana Tugas BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin mengatakan, karhutla di Bumi Serentak Bak Regam ini tercatat mengalami peningkatan signifikan sejak Juli 2026 lalu, dan kasus ini terjadi di seluruh kecamatan yang ada di wilayah tersebut. Namun, kawasan hutan dan lahan yang terbakar paling luas tercatat di empat kecamatan.

“Dari delapan kecamatan di Kabupaten Batang Hari, luas lahan terbakar paling tinggi tercatat di Kecamatan Muara Bulian dengan total mencapai 767,72 hektare,” kata Sholihin, Selasa (29/09/2026).

Selanjutnya, kata Sholihin, karhutla di Kecamatan Bajubang tercatat seluas 214,05 hektare, Kecamatan Maro Sebo Ulu mencapai 111,75 hektare, dan Kecamatan Muara Tembesi seluas 95,70 hektare.

“Sedangkan di empat kecamatan lainnya, seperti Mersam seluas 72,75 hektare, Batin XXIV seluas 30,77 hektare, Pemayung 20,07 hektare, dan Maro Sebo Ilir sekitar 3,3 hektare,” jelasnya.

Sholihin mengungkapkan, kebakaran tidak hanya terjadi di satu jenis kawasan. Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, kawasan perkebunan maupun area penggunaan lain, serta kawasan hutan produksi tetap dan hutan produksi terbatas.

“Luasan kawasan hutan dan lahan yang terbakar itu, berasal dari temuan titik api oleh Tim Satgas Karhutla. Sedikitnya ada 262 titik api yang tersebar di seluruh kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski wilayah Batang Hari mulai sering diguyur hujan. Namun kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Satgas Karhutla Batang Hari, dan petugas gabungan ini tetap siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Petugas gabungan tetap siaga, agar jika ada laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. Disamping itu, Kita meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan, yang dapat memperburuk kualitas udara,” tegasnya.

Di sisi lain, dari deretan kasus karhutla yang mengakibatkan ribuan hektare hutan dan lahan terbakar di Kabupaten Batang Hari. Hingga kini awak media belum memperoleh informasi ataupun rilis resmi dari Tim Penegakan Hukum (Gakkum) terkait proses penyelidikan terhadap kasus-kasus tersebut.

Bahkan sejauh ini, awak media juga belum mendapat informasi mengenai ada atau tidaknya pihak  pelaku yang berhasil diamankan, atau ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: jambitv.disway.id