Harga Pinang di tanjabtimur Tembus Rp25 Ribu per Kilogram, Petani sumringah

Senin 28-09-2026,10:04 WIB
Reporter : Wahyu
Editor : Suci Mahayanti

MUARASABAK , JAMBITV.CO— Harga komoditas pinang di Kecamatan Muara Sabak Timur (Tanjabtim), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kembali menunjukkan tren positif. Saat ini, harga pinang dilaporkan mencapai Rp25.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi petani setelah sebelumnya komoditas pinang mengalami fluktuasi. Harga saat ini juga mulai mendekati level tertinggi yang pernah dirasakan petani beberapa tahun lalu, ketika harga pinang sempat mencapai Rp30.000 per kilogram.

Membaiknya harga kembali meningkatkan semangat petani untuk merawat dan mempertahankan kebun pinang mereka. Namun, di tengah harga jual yang membaik, petani masih menghadapi kendala berupa penurunan hasil panen akibat kondisi cuaca ekstrem.

Kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan sebagian tanaman mengalami trek buah, yakni kondisi ketika produksi buah menurun sehingga hasil panen tidak sebanyak biasanya.

Salah seorang petani pinang di Kecamatan Muara Sabak Timur, Inam, mengatakan kenaikan harga saat ini cukup membantu petani. Menurutnya, harga yang mencapai Rp25.000 per kilogram menjadi kabar baik di tengah produksi yang sedang menurun.

BACA JUGA:Ribuan Ikan Keramba di Batang Hari Mendadak Mati, Petani Rugi Puluhan Juta

“Alhamdulillah, harga sekarang sudah Rp25 ribu per kilogram. Tentunya kami sebagai petani merasa senang karena harga seperti ini sangat membantu,” ujar Inam.

Namun, ia mengaku produksi belum sepenuhnya mendukung peningkatan pendapatan. Kemarau panjang membuat buah pinang yang dihasilkan tanaman tidak maksimal.

“Sekarang kendalanya hasil buah yang berkurang. Karena kemarau, banyak pinang yang trek. Jadi harga memang bagus, tapi buah yang dipanen tidak sebanyak biasanya,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian petani karena kenaikan harga akan memberikan dampak lebih besar terhadap pendapatan apabila dibarengi dengan hasil panen yang normal.

Petani lainnya, Yanto, berharap harga pinang yang kini berada di angka Rp25.000 per kilogram dapat bertahan dalam beberapa bulan ke depan.

“Kalau bisa harga seperti ini bertahan, minimal sampai akhir tahun. Kami tentu berharap jangan sampai harga kembali turun drastis,” harap Yanto.

Menurut Yanto, kestabilan harga sangat penting bagi petani karena biaya perawatan kebun dan kebutuhan produksi tetap harus dikeluarkan. Harga yang lebih baik memberikan tambahan semangat bagi petani untuk terus mengelola kebun pinang, meskipun saat ini mereka masih menghadapi persoalan cuaca dan penurunan produksi.

Bagi petani pinang di Muara Sabak Timur, kenaikan harga menjadi secercah harapan untuk meningkatkan pendapatan. Mereka kini berharap cuaca kembali normal agar produksi buah pulih dan harga pinang tetap berada pada level yang menguntungkan hingga akhir tahun.

 

Kategori :