Program Srikandi Perubahan PEP Field Jambi, Semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan

Selasa 28-04-2026,09:27 WIB
Editor : Suci Mahayanti

Di ruang yang serba terbatas, roda ekonomi kecil mulai berputar. Bukan soal besar kecilnya hasil, tetapi tentang rasa berdaya yang kembali tumbuh.

Pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada keterampilan teknis. Para warga binaan juga belajar mengelola emosi, berbicara di depan umum, hingga mengatur keuangan. Hal-hal yang kerap menjadi penentu saat mereka kembali ke masyarakat.

Bahkan, kepedulian terhadap lingkungan ikut menjadi bagian dari proses ini. Limbah batik diolah melalui instalasi pengolahan air, kompos diproduksi, dan air hujan dimanfaatkan kembali.

 

Di dalam lapas, perlahan terbentuk sebuah ekosistem kecil yang mengajarkan bahwa perubahan tidak hanya tentang manusia, tetapi juga tentang bagaimana mereka hidup berdampingan dengan lingkungan.

Apa yang terjadi di balik tembok itu perlahan berbicara lebih jauh. Bahwa pemberdayaan tidak mengenal batas ruang. Bahkan di tempat yang paling sempit sekalipun, manusia tetap bisa tumbuh asal diberi kesempatan.

BACA JUGA:Pertamina EP Jambi Sambut Ajakan Pemprov Hijaukan Jambi

Tak banyak yang menyangka, dari ruang yang sering dianggap sebagai akhir, justru lahir cerita yang menggema hingga ke panggung internasional.

Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand, program Srikandi Perubahan meraih Platinum Award untuk kategori Women Empowerment, penghargaan tertinggi yang menjadi pengakuan atas upaya mengembalikan martabat, keterampilan, dan masa depan para perempuan.

Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 mengatakan, penghargaan itu bukanlah tujuan akhir. Melainkan menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua.

"Melalui Srikandi Perubahan, kami ingin memastikan bahwa para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Di tempat yang dulu terasa seperti jalan buntu, kini tumbuh sesuatu yang pelan namun pasti, yaitu keberanian. Dari balik jeruji, para perempuan itu sedang memperjuangkan hal yang paling mendasar, mendapatakan kesempatan kedua.

Sekuat apa pun tembok berdiri, selalu ada celah bagi manusia untuk bangkit, belajar percaya lagi, dan menata ulang arah hidupnya.

Kategori :