Waspada Campak di Jambi, Dinkes Catat 469 Kasus Suspek hingga Maret 2026

Rabu 15-04-2026,09:08 WIB
Reporter : Rudiansyah
Editor : Suci Mahayanti

KOTAJAMBI, JAMBITV.CO – Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat peningkatan kasus campak sepanjang awal tahun 2026. Hingga minggu ke-13 atau Maret 2026, tercatat ratusan kasus suspek campak di berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, terdapat 469 kasus suspek campak, dengan 35 kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium rujukan nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana, mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular karena penyebarannya melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

“Campak menular melalui droplet. Jadi ketika terhirup dan kondisi tubuh sedang tidak baik, seseorang akan lebih mudah terinfeksi,” ujar Ike.

BACA JUGA:12 Kasus Campak Ditemukan di Tanjabtim, Dinkes Imbau Masyarakat Lengkapi Imunisasi

Ia menjelaskan, pada dasarnya campak bukan penyakit yang berbahaya jika ditangani dengan baik. Namun risiko akan meningkat apabila terjadi komplikasi, terutama pada bayi dan balita.

“Campak sebenarnya tidak berbahaya jika ditangani dengan baik. Namun yang perlu diwaspadai adalah komplikasinya, terutama pada bayi dan balita,” katanya.

Menurut Ike, komplikasi yang sering terjadi antara lain infeksi paru-paru atau pneumonia, diare berat yang dapat menyebabkan dehidrasi, hingga infeksi pada selaput otak yang berpotensi berujung fatal.

Lebih lanjut ia menyebutkan, angka kasus yang ada saat ini belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih ada sejumlah sampel yang belum keluar hasil pemeriksaannya.

“Kemungkinan angka ini masih bisa berubah karena masih ada beberapa hasil laboratorium yang belum keluar,” jelasnya.

BACA JUGA:Waspada Campak! 101 Warga Batanghari Suspek, 6 Orang Dinyatakan Positif

Dari sejumlah daerah di Jambi, Kota Jambi menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus suspek campak terbanyak, meskipun angka pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium secara keseluruhan.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi telah memperkuat sistem surveilans melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). 

Selain itu, pihaknya juga menggencarkan program imunisasi kejar di kabupaten dan kota, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan promosi kesehatan.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala campak dan memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah penularan yang lebih luas.

Kategori :