SUNGAIPENUH, JAMBITV.CO – Untuk memastikan takjil yang dijual selama Ramadan aman dikonsumsi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Muara Bungo melakukan identifikasi uji laboratorium terhadap 24 sampel makanan dan minuman di Pasar Mambo (pasar takjil) kawasan Kota Sungai Penuh, Selasa 03 Maret 2026.
Kegiatan pengawasan ini turut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Tim Penggerak PKK, Satpol PP, Disperindag, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Tim Pemeriksa BPOM Muara Bungo, Risca Mitriani, mengatakan uji laboratorium tersebut bertujuan memastikan tidak adanya bahan berbahaya dalam makanan dan minuman yang dijual pedagang selama Ramadan tahun ini.
“Pengawasan ini untuk memastikan produk yang dijual aman dan tidak mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.
BACA JUGA:Satresnarkoba Polres Bungo Berbagi Takjil untuk Masyarakat di Bulan Ramadhan
Dari hasil pemeriksaan terhadap 24 sampel, ditemukan beberapa makanan yang masih memerlukan pembinaan karena dicurigai menggunakan pewarna tekstil.
Risca juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli takjil. Menurutnya, konsumen perlu memperhatikan warna, kebersihan, dan kondisi makanan sebelum dikonsumsi.
Ia menjelaskan, minuman yang mengandung pewarna tekstil biasanya memiliki warna yang sangat mencolok atau terlalu terang. Sementara itu, bakso yang terlalu kenyal hingga bisa memantul saat dibanting patut dicurigai mengandung boraks.
“Bisa saja makanan mengandung bahan berbahaya lain seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil. Karena itu masyarakat harus jeli memilih,” tegasnya.
BPOM berharap para pedagang dapat menjaga kualitas dan keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa khawatir terhadap keamanan konsumsi takjil.