MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Maraknya aksi pencurian kabel listrik kian meresahkan warga di Muaro Jambi. Dalam hitungan bulan, lebih dari satu kilometer kabel milik PLN hilang dicuri hingga menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.
Maraknya pencurian kabel listrik terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Muaro Jambi. Material jaringan yang hilang bervariasi, mulai dari 50 meter hingga ratusan meter dalam satu lokasi. Manajer PLN ULP Seberang Kota Jambi, M. Umar, membenarkan bahwa pencurian terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, total kabel yang hilang telah melampaui 1.000 meter. Lokasi pencurian tidak hanya terpusat di satu wilayah. Terbaru, kasus serupa terjadi di Kecamatan Sekernan. PLN menduga pelaku menyasar kabel jaringan yang berada di titik-titik sepi dan minim pengawasan. Akibat pencurian ini, PLN mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
BACA JUGA:Petani Sawit di Sungai Bahar Ditemukan Tewas di Kebun, Diduga Tersengat Kabel Listrik PLN
Namun, dampak terbesarnya dirasakan masyarakat. Jaringan yang rusak menyebabkan gangguan pasokan listrik, bahkan meningkatkan risiko korsleting dan kebakaran. PLN menyatakan telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Satu orang pelaku telah ditangkap dan kini menjalani proses persidangan. PLN berharap hukuman tegas dapat memberi efek jera. Pihak PLN juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga aset kelistrikan dengan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan listrik.
“Kami dari PLN WLP Seberang Kota sangat menyayangkan maraknya pencurian terhadap aset kelistrikan kami seperti kabel jaringan, komponen gardu maupun instalasi lainnya. Kami juga menerima banyak laporan yang sudah masuk ke PLN WLP Seberang Kota dan kami sudah mengalami kerugian hampir ratusan juta. Kami saat ini melakukan patroli rutin, kemudian inspeksi berkala serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” ungkap M. Umar, Kepala PLN Unit Layanan Pelanggan Seberang Kota Jambi.
PLN menegaskan, infrastruktur kelistrikan adalah aset vital milik bersama. Tanpa pengawasan dan kepedulian masyarakat, aksi pencurian seperti ini dikhawatirkan terus berulang dan merugikan banyak pihak.