JAMBITV.CO – Polemik menyusutnya air di Danau Kerinci memicu keresahan masyarakat. Aktivitas PLTA Kerinci Merangin Hidro (KMH) menjadi sorotan dan dikaitkan sebagai penyebab turunnya muka air danau.
Menanggapi hal tersebut, Humas KMH Aslori dalam podcast Jambi TV menegaskan pihaknya tidak menampik adanya keterkaitan.
“Kalau kami bilang tidak ada hubungannya dengan PLTA, orang tidak akan percaya. Pasti ada kaitannya. Tapi mari kita bicara berdasarkan data,” ujarnya.
KMH mengaku telah mengumpulkan data hidrologi dan curah hujan sejak 1977 hingga 2017 sebagai dasar perencanaan proyek. Berdasarkan data tersebut, Januari seharusnya masih masuk kategori bulan basah. Namun tahun ini terjadi anomali cuaca.
Aslori juga mengungkapkan adanya faktor lain seperti: Minimnya curah hujan ekstrem pada Januari, Dugaan dampak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera, Sedimentasi dan pendangkalan danau dan Perubahan tata guna lahan di hulu
KMH menegaskan pengambilan air diatur ketat oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWS). Jika elevasi danau menyentuh batas 782,8 meter, pengambilan air dihentikan.
“Bahkan di Januari lalu, sebelum menyentuh batas kritis, kami sudah menghentikan produksi,” jelasnya.
KMH juga menyebut hanya sekitar 40–50 persen pasokan air pembangkit berasal dari danau, sisanya dari anak-anak sungai.