BATANGHARI, JAMBITV.CO - Ratusan warga Desa Benteng Rendah Kecamatan Mersam, mendesak Pemkab Batang Hari untuk mencopot jabatan Kepala Desa Mereka. Warga mengaku kecewa dan curiga terhadap Kades yang diduga memanfaatkan Lahan TKD, sebagai objek kerjasama sepihak dengan perusahaan tambang batu bara.
Ratusan warga dari Desa Benteng Rendah Kecamatan Mersam, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Batang Hari. Dalam aksi yang berlangsung pada Senin 24 November 2025 kemarin, warga mendesak Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati, segera mencopot atau menonaktifkan jabatan Kepala Desa Benteng Rendah. BACA JUGA:Kasus Korupsi DAK Fisik Disdik Jambi: Empat Aset Tanah di Jawa Barat Akan Diperiksa Tuntutan itu disampaikan sebagai bentuk kekecewaan dan aksi protes warga, terhadap Kepala Desa Benteng Rendah, yang diduga tidak transfaran dalam mengelola Tanah Kas Desa atau TKD. Warga menduga, Kepala Desa memanfaatkan Lahan TKD untuk melakukan kerjasama secara sepihak dengan perusahaan tambang batu bara. serta diduga memanipulasi data dokumen kontrak kerjasama terkait penggalian batubara, tanpa melibatkan masyarakat melalui musyawarah desa. “Kami meminta pemberhentian Kepala Desa Herman sebagai Kepala daerah, terkait penggalian tanah batu bara TKD di Benteng Rendah, tidak adanya transparasi. Yang kedua manipulasi data, dokumen kontrak kerja batu bara. Dan juga masalah Program Pendaftaranan Tanah Sistematis Lengkap itu dari pemerintah tidak dikenakan biaya sedangkan untuk saat ini Kades menentukan biaya 500 ribu untuk per satu sertifikat. Dan 2.500.000 untuk kebun.” Ujar Mulian selaku Koordinator Aksi, Warga Benteng Rendah. BACA JUGA:Konflik Tanah di Tebo, Belasan Sertifikat Warga Masuk ke Aset TNI AD Selain Tanah Kas Desa, warga juga menyoroti tindakan Oknum Kepala Desa setempat, terkait penetapan biaya penerbitan sertifkat tanah, dalam Program Pendaftaranan Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sebab dalam progam PTSL ini, Warga diminta untuk membayar sekitar Rp.500.000, sampai Rp.2.500.000. Dengan demikian, warga meminta kepada Pemerintah Daerah atau pihak yang berwenang, untuk segera mengambil langkah yang tegas terhadap Oknum Kepala Desa tersebut. Namun jika tidak, warga memastikan akan kembali melakukan aksi dan mengancam akan menyegel Kantor Desa setempat. BACA JUGA:Rp 4 Triliun Digelontorkan, Tiga Perusahaan Bangun Jalan Khusus Batu Bara JambiAksi Unjuk Rasa Warga Benteng Rendah Desak Pemerintah Copot Jabatan Kades
Rabu 26-11-2025,10:23 WIB
Reporter : Pirdana Atrio
Editor : Suci Mahayanti
Kategori :
Terkait
Rabu 19-08-2026,16:26 WIB
Empat Rumah di Mersam Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp. 700 Juta
Selasa 18-08-2026,19:10 WIB
Semarak HUT ke-81 RI, Gerak Jalan dan Karnaval Budaya Meriahkan Hari Kemerdekaan di Batang Hari
Sabtu 15-08-2026,16:07 WIB
Waspada Cuaca Panas dan Asap Karhutla, Dinkes Batang Hari Imbau Warga Gunakan Masker
Selasa 11-08-2026,17:37 WIB
Dua Hektare Kebun Sawit dan Karet di Muara Tembesi Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah
Kamis 06-08-2026,19:23 WIB
Lahan Kebun Sawit di Desa Bajubang Laut Terbakar
Terpopuler
Sabtu 22-08-2026,11:02 WIB
Polisi Ungkap Kronologi Tawuran Maut di Kawasan WTC Jambi, 13 Remaja Diamankan
Sabtu 22-08-2026,13:27 WIB
Kasus Karhutla Terus Meningkat, DLH Ingatkan Berdampak Pada Memburuknya Kualitas Udara Di Sarolangun
Sabtu 22-08-2026,10:43 WIB
Sijago Merah Mengamuk Di Nipah Panjang, 12 Rumah Terbakar
Sabtu 22-08-2026,10:49 WIB
Bengkel Las di Niaso Muaro Jambi Terbakar, Penyebab Api Masih Misterius
Sabtu 22-08-2026,10:38 WIB
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
Terkini
Sabtu 22-08-2026,13:27 WIB
Kasus Karhutla Terus Meningkat, DLH Ingatkan Berdampak Pada Memburuknya Kualitas Udara Di Sarolangun
Sabtu 22-08-2026,11:02 WIB
Polisi Ungkap Kronologi Tawuran Maut di Kawasan WTC Jambi, 13 Remaja Diamankan
Sabtu 22-08-2026,10:51 WIB
PT Muaro Jambi Unggul Resmi Kelola Sumur Minyak Rakyat, Pertama di Jambi
Sabtu 22-08-2026,10:49 WIB
Bengkel Las di Niaso Muaro Jambi Terbakar, Penyebab Api Masih Misterius
Sabtu 22-08-2026,10:48 WIB