600 Hektar Lahan CSR di Batang Hari Terendam Banjir, Proses Tanam Padi Terhambat
600 Hektar Lahan CSR di Batang Hari Terendam Banjir, Proses Tanam Padi Terhambat-Pirdana Atrio-Jambi TV
BATANG HARI, JAMBITV.CO - Meski Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Batang Hari, telah digencarkan di tahun 2025 lalu. Namun proses tanam padi di lahan tersebut, belum dapat dilaksanakan lantaran dilanda banjir. Bahkan Pemerintah Daerah setempat memastikan, hampir seluas 300 hektar lahan CSR di daerah setempat kini sudah dinyatakan terendam banjir.
Kondisi ini tentunya menghambat proses tanam padi, yang menjadi salah satu program strategis Kementerian Pertanian. Dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui cetak sawah rakyat.
Data tersebut diperoleh melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Batang Hari. Dimana ratusan hektar lahan CSR yang terendam banjir tersebut, tersebar di 7 Kecamatan.
“Lahan CSR kita seluas lebih kurang 603 Hektar. Tapi saat ini, sudah diatas 90 persen sawah CSR kita terendam banjir,” Kata Bambang Setyono, Kabid Sarana dan Prasarana, Dinas TPHP Batang Hari.
Iapun tidak memungkiri, kondisi ini dipicu akibat lokasi lahan CSR yang berada di dataran rendah dan mayoritas merupakan kawasan rawa. Sehingga akibat kondisi ini, proses tanam padi terpaksa harus ditunda oleh para petani di daerah setempat.
“Kenapa rawan sekali terendam banjir, karena sawah CSR kita rata-rata berada di rawa semua,” ungkap Bambang.
Menurutnya, faktor alam menjadi penyebab utama terendamnya ratusan hektar lahan CSR tersebut. Sebab beberapa pekan terakhir, Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Batang Hari dilanda hujan dengan intensitas tinggi.
“Batin XXIV saat ini terkonfirmasi sudah tenggelam semuanya. Tapi ini dampak juga mungkin limpahan air dari dua hulu sungai di berbagai daerah,” jelasnya.
Tak hanya itu, bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Sarolangun. Juga menjadi salah satu dampak yang memperparah tenggelamnya lahan cetak sawah rakyat di Kabupaten Batang Hari, terutama Kecamatan Batin XXIV yang terdampak paling luas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: jambitv.disway.id