Pantau Titik Api via Sipongi, Al Haris Sebut Arah Angin Perparah Kabut Asap di Jambi

Pantau Titik Api via Sipongi, Al Haris Sebut Arah Angin Perparah Kabut Asap di Jambi

Pantau Titik Api via Sipongi, Al Haris Sebut Arah Angin Perparah Kabut Asap di Jambi-Arfani-Jambitv.co

KOTAJAMBI, JAMBITV.CO - Gubernur Jambi Al Haris menyebut arah angin dan buruknya jarak pandang menjadi kendala penanganan karhutla. Jarak pandang yang hanya seribu meter membuat water bombing belum dapat dilakukan, sementara operasi modifikasi cuaca masih menunggu kondisi yang memungkinkan.

Gubernur Jambi Al Haris memantau langsung pergerakan titik api dan arah angin melalui layar monitor aplikasi Sipongi di Posko Udara Satgas Karhutla Provinsi Jambi, Jumat. Dari hasil pemantauan tersebut, Al Haris mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi satuan tugas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di Jambi. Sejumlah titik api terdeteksi di wilayah Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tebo. Namun, menurut Al Haris, salah satu faktor yang memperparah kabut asap adalah pergerakan angin yang mengarah ke wilayah Jambi. Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Al Haris menjelaskan bahwa tim di lapangan telah berupaya maksimal melakukan pemadaman darat, termasuk penyekatan kanal dan penyiraman di lokasi kebakaran.

BACA JUGA:Rp 30 Miliar Bantuan Karhutla Jambi Dipertanyakan? Al Haris : Tidak Mungkin Bantuan itu Kita Salah Gunakan !

Al Haris menjelaskan, penanganan titik api berbeda dengan penanganan kabut asap yang telah terbawa angin. Menurutnya, tim Satgas terus berupaya memadamkan api, namun kabut asap yang telah menyebar sulit dikendalikan tanpa perubahan arah angin atau turunnya hujan. Selain itu, upaya pemadaman melalui jalur udara menghadapi kendala jarak pandang yang masih berada di angka seribu meter. Kondisi tersebut belum memenuhi standar penerbangan untuk operasi water bombing yang memerlukan jarak pandang di atas 1.800 meter. Sementara itu, pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC masih menunggu kondisi cuaca dan awan yang memungkinkan. Al Haris menyebutkan, tim telah bersiap dan siap melaksanakan TMC apabila kondisi jarak pandang serta awan mendukung. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap dan mempercepat penanganan karhutla di Provinsi Jambi.

"Berdasarkan pemantauan peta hari ini, titik-titik panas terpantau cukup banyak terkonsentrasi di wilayah Jambi dan bergerak naik ke atas. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena dipengaruhi oleh arah angin yang semuanya terakumulasi menuju ke wilayah Jambi dan sekitarnya," ujarnya.

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: