Karhutla di Batang Hari Hanguskan 1.497 Hektare Hutan dan Lahan
Karhutla di Batang Hari Hanguskan 1.497 Hektare Hutan dan Lahan--Jambitv.co
BATANGHARI, JAMBITV.CO - Kebakaran hutan dan lahan di Batanghari terus meluas. Bahkan saat ini, luas hutan dan lahan yang terbakar sudah mencapai 1.497 hektare. Dari 8 kecamatan di daerah setempat, Muara Bulian merupakan wilayah terluas terjadinya kebakaran lahan.
Luas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Batanghari terus bertambah. Berdasarkan data tim Satuan Tugas Karhutla hingga 8 Oktober 2026 kemarin, total luas lahan terbakar di daerah setempat sudah mencapai 1.497 hektare.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batanghari, Sholihin, mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan ini berasal dari 299 titik api yang ditemukan tim Satgas Karhutla tersebar di setiap kecamatan. Namun, dari delapan kecamatan, Muara Bulian merupakan wilayah paling luas terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan total seluas 813 hektare.
BACA JUGA:Karhutla Makin Parah, ISPU Muaro Jambi Tembus 401 dan Masuk Kategori Berbahaya
"Untuk kondisi per tanggal 8 kemarin sudah kita rekap untuk total semua lahan yang terbakar dengan luasan sudah mencapai 1.409 hektare, dan kita tetap sampai hari ini melakukan sosialisasi masih ke seluruh wilayah yang kita sudah memasang banner, baliho di semua kecamatan imbauan tidak membakar lahan, dan juga kita sudah memasang baliho-baliho kecil di desa-desa kelurahan yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.
Sementara untuk kecamatan lainnya, seperti Bajubang seluas 255 hektare, Muara Tembesi seluas 173 hektare, Maro Sebo Ulu seluas 112 hektare, kemudian Mersam seluas 85 hektare, Batin XXIV sekitar 31 hektare, Pemayung 20 hektare, dan Kecamatan Maro Sebo Ilir sekitar 7,8 hektare. Deretan kasus kebakaran lahan ini mayoritas diduga akibat kelalaian warga serta adanya unsur kesengajaan yang membuka lahan dengan cara dibakar.
Meluasnya kasus kebakaran ini membuat tim Satgas Karhutla harus terus berjibaku di lapangan. Sementara itu, sejumlah wilayah di Batanghari hingga kini masih dikepung kabut asap pekat. Kiriman asap dari berbagai wilayah juga semakin memperburuk kualitas udara di daerah setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: