Kemarau Melanda, Sumur Warga Mengering, Air Sumur Sekolah Jadi Andalan
Kemarau Melanda, Sumur Warga Mengering, Air Sumur Sekolah Jadi Andalan-Yasri-Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Kemarau panjang membuat warga Desa Tanjung Pauh, Kabupaten Muaro Jambi, kesulitan mendapatkan air bersih. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari sumur gali milik Sekolah Dasar yang berjarak ratusan meter dari rumah. Sementara warga lain memilih mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk menggali sumur baru karena sumur mereka mengering akibat kemarau.
Dampak kemarau sudah semakin dirasakan oleh sejumlah warga di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, salah satunya kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Salah seorang warga, Nurhidayah, mengatakan kesulitan mendapatkan air bersih ini sudah dialami selama dua pekan karena sumur yang mereka miliki sudah mengering.
BACA JUGA:Kemarau Panjang Melanda Sarolangun, Pemkab Gelar Sholat Istisqa dan Berdoa Minta Hujan
Sehingga, ia terpaksa harus mengambil air bersih di sumur milik Sekolah Dasar yang jaraknya ratusan meter dari rumahnya. Untuk mengangkut air, warga ini terpaksa menggunakan sepeda motor karena jaraknya cukup jauh, sehingga akan melelahkan jika harus berjalan kaki. Nurhidayah mengaku air bersih yang ia ambil tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, hingga mencuci. Ia berharap hujan dapat segera turun agar sumur yang mengering kembali terisi.
"Air sudah sangat susah. Mau ambil air juga jauh, jadi terpaksa kami mengambil di sekolahan. Alhamdulillah airnya bagus. Kami gunakan untuk mandi, masak, dan lain-lainnya," katanya.
BACA JUGA:Dampak Kemarau, Dua Kecamatan di Tebo Gelar Salat Istisqa
Sementara itu, warga lain yang berada di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, memilih untuk menggali sumur baru meski harus mengeluarkan uang jutaan rupiah demi mendapatkan air bersih. Bima, salah satu warga, mengaku langkah ini terpaksa dilakukan karena sumur yang mereka miliki telah mengering. Menurutnya, jika harus mengambil air dari sumur sekitar, hal itu sangat menyita tenaga dan waktu. Ia berharap sumur yang dibuat ini bisa menjadi solusi baru di saat kemarau seperti saat ini.
"Kemarau tahun ini lumayan menguras tenaga warga, apalagi kan sumur pada kering, makanya kami buat sumur baru. Kasihan juga tiap hari ngambil air," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: