Ernawati Mulai Masuk Bursa Pilkada Jambi, Responsnya: “Jangan Baper"
Ernawati pada cara Kopi Pahit Jambitv--
JAMBITV.CO - Nama pengusaha sekaligus Ketua Ikatan Saudagar Muslimah Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi, Ayu Ernawati, mulai muncul dalam percakapan politik menuju Pilkada Jambi mendatang.
Nama Ernawati bahkan disebut telah masuk dalam sejumlah polling di media sosial dan mulai dipasangkan dengan sejumlah tokoh. Namun, Ernawati mengaku tidak ingin terbawa arus atas munculnya namanya tersebut.
Hal itu disampaikan Ernawati saat menjadi tamu dalam podcast Ngopi Pahit yang membahas politik, pemerintahan dan isu terkini.
BACA JUGA:Tunggakan Sewa Ruko BBC, Empat Unit Belum Dibayar Penyewa di Batanghari
Ernawati menilai kemunculan namanya dalam polling maupun wacana pasangan politik masih sebatas upaya melihat respons publik.
“Biasa saja. Kalau itu kan mereka mau mengetes, mau mengecek, cek ombak,” ujar nya.
Menurutnya, politik memiliki dinamika tersendiri. Nama seseorang bisa saja muncul dalam pembicaraan publik, tetapi belum tentu berujung pada pencalonan.
Ia pun mengingatkan dirinya sendiri agar tidak mudah terbawa suasana hanya karena namanya mulai diperbincangkan.
“Jangan baper. Jangan hanyut dan jangan baper juga,” katanya.
Meski demikian, Ernawati tidak menutup kemungkinan jika suatu saat ada tokoh atau pihak tertentu yang memintanya terjun ke politik.
Ia mengatakan keputusan tersebut tidak akan diambil secara terburu-buru. Istikharah menjadi salah satu pertimbangannya sebelum menentukan langkah.
“Saya mungkin mau istikharah dulu,” ujarnya.
Ernawati menegaskan, hingga saat ini dirinya belum memiliki rencana untuk masuk partai politik maupun mencalonkan diri dalam kontestasi politik.
Ia justru mengaku masih ingin fokus menjalankan aktivitas sosial melalui ISMI dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Saya menikmati saja dulu. Saya belum berpikir sampai ke sana,” katanya.
Bagi Ernawati , berbuat untuk masyarakat tidak harus selalu dilakukan melalui jalur politik.
Ia menyebut banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membantu masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, rumah tahfiz, bantuan anak yatim hingga pemberdayaan masyarakat.
“Saya ingin berbuat kebaikan untuk semua, untuk menebarkan kebaikan,” tuturnya.
Meski demikian, Ernawati mengakui dirinya memahami bahwa posisi sebagai pejabat publik memiliki konsekuensi besar.
Ia melihat seorang pemimpin harus menghadapi kritik, demonstrasi, sorotan kebijakan hingga berbagai framing politik.
Karena itu, dirinya masih mempertimbangkan secara matang apabila suatu hari harus masuk ke dunia politik.
“Menjadi pejabat publik hari ini seperti duduk di kursi panas,” katanya.
Ayu bahkan membuka kemungkinan untuk mempertimbangkan politik apabila sistem pemerintahan dan politik ke depan menjadi lebih baik.
“Kalau sistemnya sudah dirubah mungkin ya,” ujarnya.
Sementara itu, terkait polling di media sosial yang mulai mencantumkan namanya, Ernawati memilih bersikap santai.
Baginya, polling tersebut belum lebih dari sekadar “cek ombak” untuk melihat seberapa besar respons masyarakat.
“Kalau layak jual nanti dipinang. Kalau tidak layak jual ya sudah,” ucapnya sambil bergurau.
Ia menegaskan bahwa program sosial yang selama ini dijalankan tidak boleh bergantung pada apakah dirinya nantinya maju atau tidak dalam politik.
“Jangan sampai kalau kita tidak jadi nyalon akhirnya anak yatim saya terbengkalai. Karena itu program saya, program hidup saya,” tegas .
Dengan demikian, meski namanya mulai muncul dalam percakapan politik Jambi, Ayu masih menempatkan aktivitas sosial dan kemanusiaan sebagai prioritasnya.
Soal Pilkada, ia menyerahkan sepenuhnya kepada proses dan keputusan yang menurutnya merupakan bagian dari qadarullah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: