Karhutla Jambi Makin Serius, Hotspot Tembus 4.412 Titik dan 954 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Jambi Makin Serius, Hotspot Tembus 4.412 Titik dan 954 Hektare Lahan Terbakar

--

KOTA JAMBI, JAMBITV.COSituasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi masih membutuhkan kewaspadaan tinggi. Hingga 25 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB, jumlah hotspot kumulatif sepanjang 2026 telah mencapai 4.412 titik, sementara estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 954,41 hektare.

Berdasarkan laporan Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi, pada 25 Agustus pukul 00.00–16.00 WIB terpantau 134 hotspot. Angka tersebut turun dibandingkan 24 Agustus yang mencapai 348 hotspot, namun kondisi lapisan atas permukaan tanah di sebagian besar wilayah Jambi masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT menilai penurunan hotspot harian belum dapat menjadi alasan untuk mengurangi kesiapsiagaan.

“Hotspot hari ini memang turun dari 348 menjadi 134 titik, tetapi kumulatifnya sudah 4.412 titik dan luas terbakar mendekati seribu hektare. Artinya kita belum boleh lengah. Pencegahan, patroli dan respons lapangan harus tetap diperkuat,” ujar Ivan.

BACA JUGA:Siaga Karhutla Memasuki Puncak Kemarau, Luas Karhutla Di Jambi Capai 222 Hektare

Sarolangun Jadi Titik Kritis

Dari 134 hotspot pada 25 Agustus, 87 titik atau hampir 65 persen berada di Kabupaten Sarolangun. Selanjutnya Batanghari mencatat 15 titik, Tanjung Jabung Barat 14 titik, Muaro Jambi sembilan titik, Tanjung Jabung Timur empat titik, Tebo tiga titik dan Merangin dua titik.

Secara kumulatif, Sarolangun juga menjadi wilayah dengan hotspot tertinggi sepanjang 2026, yakni 1.061 titik, disusul Tanjung Jabung Barat 863 titik dan Muaro Jambi 731 titik.

Ketiga kabupaten tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 2.655 hotspot atau lebih dari 60 persen dari total hotspot Provinsi Jambi.

“Data sudah menunjukkan dengan sangat jelas di mana konsentrasi risikonya. Sarolangun, Tanjab Barat dan Muaro Jambi harus menjadi koridor prioritas. Sumber daya tidak bisa dibagi rata, tetapi harus mengikuti tingkat risiko,” kata Ivan.

Luas Kebakaran Mendekati 1.000 Hektare

Dari sisi dampak, estimasi luas lahan terbakar telah mencapai sekitar 954,41 hektare.

Muaro Jambi menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar sekitar 302,93 hektare, diikuti Tanjung Jabung Barat 214,40 hektare, Sarolangun 143,61 hektare, Batanghari 95,53 hektare, Tanjung Jabung Timur 88,88 hektare, Tebo 84,76 hektare, Bungo 14 hektare dan Merangin 10,30 hektare.

Ivan mengatakan jumlah hotspot dan luas kebakaran harus digunakan bersama-sama untuk menentukan prioritas operasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: