Damkar Muaro Jambi Tak Lagi Sekadar Padamkan Api, 56 Evakuasi Hewan Liar Ditangani Sepanjang 2026
Damkar Muaro Jambi Tak Lagi Sekadar Padamkan Api, 56 Evakuasi Hewan Liar Ditangani Sepanjang 2026-Yasri-Jambitv.co
MUAROJAMBI, JAMBITV.CO - Tugas petugas pemadam kebakaran kini tak lagi sebatas memadamkan kobaran api. Di Kabupaten Muaro Jambi, personel Damkar justru semakin sering turun tangan menangani berbagai kasus penyelamatan non-kebakaran, mulai dari evakuasi ular, sarang tawon, hingga monyet yang masuk ke permukiman warga.
Sepanjang Januari hingga akhir Juli 2026, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muaro Jambi mencatat telah menangani lebih dari 56 kasus non-kebakaran. Laporan yang paling banyak diterima berasal dari warga yang meminta bantuan evakuasi ular dan sarang tawon, karena dinilai membahayakan keselamatan maupun aktivitas sehari-hari.
Selain dua kasus tersebut, petugas juga beberapa kali mengevakuasi musang, monyet atau kera, serta satwa liar lainnya yang masuk ke kawasan permukiman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muaro Jambi melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, M. Sugiarto, mengatakan tren laporan penyelamatan satwa liar terus meningkat. Menurutnya, permintaan bantuan masyarakat kini tidak lagi didominasi kebakaran, melainkan penanganan hewan liar yang berpotensi membahayakan.
BACA JUGA:Transfer Dana Pusat di Ujung Tahun Bikin SILPA Muaro Jambi Tembus Rp 94 Miliar
"Kasus yang paling sering kami tangani masih evakuasi ular dan sarang tawon. Namun ada juga musang, monyet, dan satwa liar lainnya yang masuk ke lingkungan warga," ujarnya.
Di balik tingginya permintaan bantuan tersebut, Damkar Muaro Jambi masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Jumlah personel yang belum memadai serta minimnya peralatan khusus menjadi tantangan utama, terutama saat harus mengevakuasi satwa berukuran besar dan agresif seperti monyet atau kera.
Hingga saat ini, Damkar Muaro Jambi belum memiliki perlengkapan khusus untuk menangani evakuasi satwa liar jenis tersebut. Akibatnya, petugas harus mengandalkan peralatan yang ada dan pengalaman di lapangan dalam setiap operasi penyelamatan.
Meski demikian, peningkatan kemampuan personel terus dilakukan. Petugas mempelajari berbagai teknik penanganan satwa liar dari pengalaman Damkar di daerah lain, termasuk melalui pelatihan, referensi, dan materi edukasi agar lebih siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Damkar Muaro Jambi berharap pemerintah dapat menambah jumlah personel sekaligus melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Dengan dukungan tersebut, proses evakuasi satwa liar diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, lebih aman, serta meminimalkan risiko baik bagi masyarakat maupun satwa yang diselamatkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: