DPRD Dorong Penguatan Pendidikan Jambi Melalui ATS, Literasi, dan Vokasi

DPRD Dorong Penguatan Pendidikan Jambi Melalui ATS, Literasi, dan Vokasi

--

JAMBITV.CO-Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jambi agar peningkatan kinerja sektor pendidikan tidak hanya diukur dari tinggi persentase capaian program dan serapan anggaran, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan oleh peserta didik, guru, sekolah, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ivan Wirata menanggapi Matriks Komprehensif Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tahun 2025, yang menunjukkan sejumlah pencapaian positif sekaligus strategi pertahanan yang masih perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan data LKjIP, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengelola anggaran tahun 2025 sebesar Rp1,348 triliun, dengan dukungan 111 pegawai dinas/UPTD, 5.729 guru SMA, 4.338 guru SMK, 449 guru SLB, serta total 3.282 tenaga kependidikan yang melayani 288 satuan pendidikan, terdiri atas 164 SMA Negeri, 108 SMK Negeri, dan 16 SLB Negeri.

Pada capaian kinerja berdasarkan Perjanjian Kinerja (PK) awal tahun 2025, rata-rata realisasi kinerja mencapai 103,03 persen, dengan tingkat efisiensi anggaran sebesar 11,08 persen. Sementara berdasarkan perubahan Perjanjian Kinerja tahun 2025, capaian berada pada angka 96,19 persen, dengan efisiensi anggaran sebesar 0,72 persen.

Menurut Ivan Wirata, capaian tersebut patut diapresiasi sebagai modal awal untuk mempercepat transformasi pendidikan di Provinsi Jambi.

“Pendidikan adalah investasi paling berharga bagi masa depan generasi Jambi. Kita harus memastikan kebijakan pendidikan tidak hanya selesai pada angka capaian dan serapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Ivan.

Penanganan Anak Tidak Sekolah Jadi Prioritas

Pada aspek akses pendidikan, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 16–18 tahun tercatat mencapai 74,39 persen, dengan capaian kinerja sebesar 102,88 persen terhadap target. Sementara APS anak penyandang disabilitas usia 4–18 tahun mencapai 64,54 persen, dengan realisasi capaian 95,16 persen. Meski demikian, Ivan menilai persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan secara kolaboratif.

Berdasarkan evaluasi LKjIP, terdapat beberapa permasalahan strategis yang masih dihadapi, antara lain masih adanya anak tidak sekolah akibat putus sekolah, lulus namun tidak melanjutkan pendidikan, serta belum pernah bersekolah. Selain itu, angka partisipasi anak penyandang disabilitas masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, penyelesaian ATS tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Pendidikan.

“Data ATS harus dicermati sampai tingkat desa dan kelurahan. Harus dibedakan antara anak putus sekolah, anak lulus tidak melanjutkan, dan anak yang belum pernah sekolah. Setelah itu baru dilakukan intervensi yang tepat, baik melalui sekolah formal, pendidikan kesetaraan, bantuan biaya pendidikan, transportasi, maupun pendampingan keluarga,” tegasnya.

Dinas Pendidikan sendiri telah melaksanakan sejumlah program, antara lain pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi sekolah, bantuan pendidikan DUMISAKE, serta pembangunan Unit Sekolah Baru SLB Bukit Murau di Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun.

SMK Harus Menjadi Pusat Lahirnya Wirausahawan

Dalam bidang pendidikan vokasi, pencapaian kualitas lulusan SMK menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tingkat penyerapan lulusan SMK mencapai 86,86 persen, kepuasan dunia kerja terhadap budaya kerja lulusan mencapai 83,06 persen, sedangkan tingkat kompetensi lulusan tercatat sebesar 64,79 persen.

Secara keseluruhan, indikator kualitas kelulusan SMK mencapai realisasi 107,28 persen dari target. Namun demikian, Ivan menilai keberhasilan SMK tidak boleh hanya diukur dari jumlah lulusan yang bekerja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: