Korsleting Listrik Dominasi Kasus Kebakaran di Muaro Jambi, Warga Diminta Waspada

Korsleting Listrik Dominasi Kasus Kebakaran di Muaro Jambi, Warga Diminta Waspada

Korsleting Listrik Dominasi Kasus Kebakaran di Muaro Jambi, Warga Diminta Waspada-Yasri-Jambitv.co

MUAROJAMBI, JAMBITV.CO – Warga Kabupaten Muaro Jambi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya enam kasus kebakaran dilaporkan terjadi dan sebagian besar diduga dipicu oleh korsleting listrik serta kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.

Meningkatnya angka kebakaran tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit, insiden kebakaran juga mengancam keselamatan jiwa warga.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Muaro Jambi, Herman Susilo, mengungkapkan bahwa mayoritas kasus kebakaran yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh gangguan instalasi listrik yang sudah tua atau tidak layak pakai.

"Instalasi listrik yang sudah lama digunakan perlu diperiksa secara berkala. Jika ditemukan kerusakan, sebaiknya segera diganti agar tidak memicu korsleting yang berujung kebakaran," ujarnya, Jumat (8/6/2026).

Selain instalasi listrik, Herman juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan gas LPG. Setelah digunakan, tabung dan regulator gas harus dipastikan dalam kondisi aman untuk mencegah kebocoran yang berpotensi memicu kebakaran.

BACA JUGA:Ruang Guru Diduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Bangunan SMPN 9 Sungai Gelam Saat Subuh

Tidak hanya itu, penggunaan terminal dan colokan listrik bertumpuk juga menjadi salah satu faktor yang sering memicu kebakaran. Beban listrik berlebih pada terminal dapat menyebabkan panas berlebihan hingga menimbulkan percikan api.

Menurut Herman, banyak kasus kebakaran bermula dari hal-hal yang dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, risiko yang ditimbulkan sangat besar dan dapat menghanguskan rumah dalam waktu singkat.

Damkar Muaro Jambi berharap masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan, mulai dari memeriksa instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan terminal berlebihan, hingga memastikan peralatan elektronik dan gas dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.

"Rata-rata kebakaran yang kami tangani disebabkan oleh korsleting listrik. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya kebakaran," tegas Herman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: