Hingga Pertengahan 2026, Tapal Batas 110 Desa di Batang Hari Belum Rampung
Hingga Pertengahan 2026, Tapal Batas 110 Desa di Batang Hari Belum Rampung-Pirdana Atrio-Jambi TV
BATANG HARI, JAMBITV.CO - Meski diklaim menjadi salah satu agenda prioritas yang harus diselesaikan oleh Pemerintah. Namun sejak beberapa tahun terakhir, hingga memasuki pertengahan tahun 2026 ini, penyelesaian tapal batas khususnya di 110 Desa yang tersebar di 8 Kecamatan Kabupaten Batang Hari, dipastikan belum mampu dituntaskan atau dirampungkan.
Bahkan saat ini, penyelesaian tapal batas tersebut baru berproses di 2 Desa dan diklaim akan segera ditetapkan secara definitif. Sebab sejauh ini, dokumen batas desa tersebut telah dilengkapi, untuk ditindaklanjuti ke tahapan penetapan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Batang Hari, Taufiq memastikan. tapal batas 2 desa yang hampir rampung tersebut, diantaranya Desa Snaning Kecamatan Pemayung, dan Desa Mekar Sari Kecamatan Bajubang.
“Insya Allah akan kita tindaklanjuti di tahun 2026 ini, melalui pengajuan kerjasama dengan Topografi Kodam (Topdam) Sriwijaya. Kita sudah melakukan pertemuan, tinggal tindaklanjutnya MoUnya,” ungkapnya.
Taufiq menjelaskan, Tim Topdam Sriwijaya nantinya akan melakukan pemetaan dan survei yang berfokus pada aspek teknis, untuk menentukak kepastian geografis atau penegasan titik koordinat batas wilayah antar desa. Sehingga nantinya dapat ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup), agar memiliki legalitas atau kepastian hukum wilayah.
“Perbup-nya sudah kita siapkan, dan tinggal menunggu ditandatangani Bupati,” jelasnya.
Dengan demikian, sampai saat ini masih ada 108 Desa di Kabupaten Batang Hari yang belum dapat menentukan tapal batas wilayah mereka. Kondisi ini diakui lantaran masing-masing Desa masih dihadapi berbagai faktor kendala.
“Tinggal masalah waktu lah ya, kalau kesulitan yang selama ini dihadapi kemungkinan karena kesalahpahaman persepsi, atau perbedaan pendapat terkait titik batas wilayah. Sehingga menimbulkan benturan – benturan di lapangan, apalagi berkaitan dengan aset, dan desa-desa yang memiliki potensi sumber daya alam. Seperti tambang,” kata Taufiq, Kadis PMD Batang Hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: jambitv.disway.id