Gubernur al haris resmi lantik Sekda Sudirman sebagai Komisaris Utama Bank Jambi

Gubernur al haris resmi lantik Sekda Sudirman  sebagai Komisaris Utama Bank Jambi

Foto bersama Pelantikan komisaris utama bank jambi--

Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi melantik Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, sebagai Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jambi untuk periode 2026–2030. Pelantikan berlangsung di rumah dinas Gubernur Jambi, Senin (26/4/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jambi, jajaran direksi Bank Jambi, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Wakil Bupati Bungo, komisaris Bank Jambi, pejabat di lingkungan Pemprov Jambi, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat dan mengembangkan Bank Jambi ke depan. Ia menyebut penunjukan Sudirman sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan daerah.

“Peran Bank Jambi sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Saya berharap komisaris utama yang baru dapat menjaga kepentingan perusahaan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Jambi,” ujar Al Haris.

Gubernur juga menekankan pentingnya penguatan permodalan Bank Jambi hingga mencapai Rp3 triliun. Target tersebut dinilai krusial agar Bank Jambi dapat kembali mandiri dan tidak lagi bergantung pada skema Kelompok Usaha Bank (KUB).

Sementara itu, Sudirman menyatakan komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal guna memastikan kinerja dan kemandirian Bank Jambi. Ia menegaskan akan memperkuat pengawasan internal serta meningkatkan koordinasi antara dewan komisaris dan direksi.

“Fokus kami adalah menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul sejak Februari 2026 melalui koordinasi intensif, serta memperkuat sinergi dengan OJK dan Bank Indonesia,” kata Sudirman.

Ia menambahkan, langkah strategis tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan kinerja Bank Jambi sekaligus memperkuat posisi bank di industri keuangan nasional.

Ke depan, pemenuhan modal inti sebesar Rp3 triliun menjadi target utama agar Bank Jambi dapat berdiri mandiri dan keluar dari status Kelompok Usaha Bank (KUB), sekaligus meningkatkan daya saing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: