Distribusi MBG Ramadhan Tetap Berjalan dengan Sistem Kering

Distribusi MBG Ramadhan Tetap Berjalan dengan Sistem Kering

Distribusi MBG Ramadhan Tetap Berjalan dengan Sistem Kering-Dewi Wilona-Jambitv.co

SUNGAIPENUH, JAMBITV.CO -  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sungai Penuh melakukan penyesuaian mekanisme Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan dengan menerapkan produksi dan distribusi makanan kering agar lebih tahan lama serta tetap aman dikonsumsi penerima manfaat.

Kepala SPPG Sandaran Galeh, Kecamatan Kumun Debai, Andre Jaka Putra, menyampaikan pendistribusian MBG tetap berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan dukungan relawan yang telah bertugas sejak pukul 04.30 WIB hingga proses distribusi selesai.

Ia menjelaskan, dapur MBG menyesuaikan sistem produksi dari makanan basah menjadi makanan kering sebagai langkah menjaga kualitas makanan hingga waktu berbuka puasa. Setelah pendistribusian, tim juga melanjutkan pengemasan bahan baku untuk produksi hari berikutnya.

BACA JUGA:Ditemukan Bakteri Dalam MBG, Operasional SPPG Sengeti Tetap Dihentikan Sementara

Program MBG melalui SPPG Kumun Debai saat ini menjangkau sekitar 2.828 penerima manfaat yang terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa sekolah di wilayah setempat. Menu disajikan secara bervariasi setiap hari dengan kombinasi bahan pangan berbeda guna menjaga selera sekaligus memenuhi kebutuhan gizi.

Dapur SPPG Kumun Debai didukung peralatan memasak steril serta mesin pengolah makanan modern untuk menjaga mutu produksi. Selain itu, keterlibatan tenaga ahli gizi menjadi kewajiban guna menentukan Angka Kecukupan Gizi (AKG) agar menu yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang.

Andre menambahkan, pengelolaan anggaran program telah disesuaikan dengan petunjuk teknis. Pembiayaan mencakup kisaran Rp8.000 untuk porsi kecil hingga Rp10.000 untuk porsi besar. Alokasi sekitar Rp2.000 digunakan untuk insentif bangunan serta pemenuhan sarana pendukung seperti filter air, peralatan masak modern, kulkas, freezer chiller, dan perlengkapan dapur lainnya.

BACA JUGA:Keracunan Massal MBG di Muaro Jambi: 148 Korban, SOP Dapur Disorot, Hasil Lab Masih Misteri

Sementara itu, sekitar Rp3.000 dialokasikan untuk operasional meliputi kebutuhan listrik, air, alat tulis kantor, BPJS Ketenagakerjaan, bahan bakar kendaraan dan genset, serta insentif bagi guru PIC, kader Posyandu PIC 3B, dan petugas kebersihan.

Penyesuaian mekanisme produksi dan dukungan pembiayaan tersebut diharapkan membuat pelaksanaan MBG selama Ramadhan tetap optimal sekaligus menjamin kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat di Kota Sungai Penuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: