69 Tahun Provinsi Jambi dan APBD yang Menyempit

69 Tahun Provinsi Jambi dan APBD yang Menyempit

--

KENALI.CO.ID, -Provinsi Jambi genap berusia 69 tahun. Sebuah usia yang mencerminkan kematangan perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah. Namun peringatan hari jadi tahun ini berlangsung dalam suasana yang tidak sepenuhnya ideal. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang hanya mencapai Rp3,7 triliun menjadi penanda tantangan besar yang harus d i hadapi bersama.

Penurunan APBD ini bukan sekadar persoalan angka fiskal. Di baliknya, terdapat persoalan riil yang d i rasakan langsung oleh masyarakat, terutama meningkatnya angka pengangguran dan terbatasnya peluang kerja. Dalam kondisi seperti ini, publik wajar bertanya: ke mana arah pembangunan Jambi ke depan?

Selama ini, pembangunan daerah kerap diidentikkan dengan proyek-proyek berskala besar. Infrastruktur memang penting, tetapi ketika jenis proyek tersebut tidak berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal, maka manfaatnya menjadi tidak merata. Dampaknya terlihat jelas pada sektor ekonomi rakyat yang bergerak lambat dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

APBD yang menyempit seharusnya tidak semata d i pandang sebagai hambatan, melainkan juga sebagai ujian kebijakan. Pemerintah daerah dituntut mampu mengatur prioritas dengan lebih presisi. Setiap rupiah anggaran harus benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Momentum Hari Jadi ke-69 Provinsi Jambi semestinya menjadi ruang refleksi bersama. Bukan hanya merayakan capaian masa lalu, tetapi juga mengevaluasi arah pembangunan yang berjalan. Transparansi kepada publik menjadi keharusan agar masyarakat memahami kondisi keuangan daerah sekaligus ikut mengawal kebijakan yang d iambil.

Ke depan, orientasi pembangunan perlu lebih menaruh perhatian pada sektor-sektor yang cepat menyerap tenaga kerja, seperti pertanian, UMKM, ekonomi desa, dan program padat karya. Sektor-sektor ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi dari bawah sekaligus menjaga stabilitas sosial.

Usia Jambi terus bertambah. Namun kematangan sebuah daerah tidak diukur dari lamanya berdiri, melainkan dari kemampuannya menjawab persoalan warganya. Dengan APBD 2026 yang terbatas, keberanian mengubah pendekatan pembangunan menjadi kunci agar Jambi tidak hanya bertambah usia, tetapi juga bertambah kesejahteraan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: