KOTAJAMBI, JAMBITV.CO - Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana M.K.M., menghadiri kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2026 yang digelar Yayasan Kanti Sehati Sejati Kota Jambi, pada Kamis malam (14/05/2026), bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Mengusung tema “Menyalakan Pelita Harapan, Merangkul Sesama Tanpa Stigma”, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi, penguatan solidaritas, serta ajakan bersama untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tanpa diskriminasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh aktivis HIV/AIDS di Kota Jambi yang selama ini terus bergerak tanpa lelah mendampingi masyarakat dan ODHA.
“Terima kasih kepada para aktivis HIV/AIDS di Kota Jambi yang tidak kenal lelah. Penanganan HIV/AIDS membutuhkan kolaborasi dan perjuangan bersama dari berbagai pihak,” ujar Maulana.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jambi memberikan dukungan penuh terhadap penanganan HIV/AIDS, baik dari sisi layanan kesehatan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Saat ini, kata Maulana, sebanyak 20 layanan kesehatan, seperti Puskesmas di Kota Jambi telah memiliki tenaga kesehatan terlatih dalam penanganan HIV/AIDS. Selain itu, Rumah Sakit pemerintah maupun swasta juga telah siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan humanis bagi ODHA.
BACA JUGA:Wali Kota Jambi Tekankan Pentingnya Peran Pensiunan Dalam Mendukung Pembangunan Daerah
“Kalau dulu tenaga kesehatan masih takut menangani pasien HIV/AIDS karena minim pengetahuan, sekarang Alhamdulillah layanan sudah jauh lebih baik. Semua harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa stigma,” tegasnya.
Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi memiliki program BPJS Kesehatan yang dapat aktif dalam waktu 1x24 jam bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan mendesak.
“Tidak boleh ada masyarakat sakit yang tidak tertangani karena persoalan biaya. Bahkan jika BPJS-nya tidak aktif dan pasien tidak mampu, bisa dibantu melalui Baznas. Ini bagian dari perhatian pemerintah,” katanya.
Selain layanan kesehatan, Pemerintah Kota Jambi juga terus memberikan dukungan sosial bagi ODHA melalui bantuan nutrisi, pelatihan keterampilan, hingga bantuan permodalan usaha agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.
Maulana juga menyebut kegiatan MRAN menjadi ruang untuk saling menguatkan dan meningkatkan kolaborasi antar sektor dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.
“Tujuannya untuk saling menguatkan dan meningkatkan kolaborasi dalam melawan HIV/AIDS,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026 telah ditemukan sebanyak 202 kasus baru HIV/AIDS di Kota Jambi. Sementara sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 204 kasus.
Menurutnya, peningkatan angka tersebut perlu menjadi perhatian bersama, meskipun salah satu faktor meningkatnya temuan kasus juga disebabkan semakin aktifnya kegiatan skrining dan penjangkauan terhadap kelompok berisiko.