TANJUNGJABUNGTIMUR, JAMBITV.CO – Rentetan kebakaran yang terjadi sejak awal tahun 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mulai menimbulkan kekhawatiran serius. Dalam kurun waktu Januari hingga April, sedikitnya sembilan insiden kebakaran terjadi dan menghanguskan 33 rumah warga.
Deretan peristiwa ini bukan hanya menyisakan puing-puing bangunan, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam sekejap.
Salah seorang warga terdampak, Siti (45), tak kuasa menahan kesedihan saat mengingat rumahnya yang ludes dilalap api. Dalam hitungan menit, seluruh isi rumah yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun habis tak tersisa.
“Api cepat sekali membesar. Kami hanya sempat menyelamatkan diri, tidak ada barang yang bisa dibawa keluar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
BACA JUGA:Kebakaran Hanguskan 3 Rumah di Koto Datuk
Data dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatat, tingginya intensitas kebakaran dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Bidang Damkar, Agus Pranoto, mengungkapkan bahwa kondisi geografis menjadi salah satu faktor utama sulitnya penanganan kebakaran di lapangan.
“Dari sembilan kejadian, setidaknya 33 rumah hangus terbakar. Kendala terbesar kami adalah jarak lokasi yang jauh dan akses jalan yang sulit, sehingga saat petugas tiba, api sudah membesar,” jelasnya.
Keterbatasan akses ini membuat waktu respons menjadi lebih lama, terutama untuk wilayah yang berada di pelosok atau jauh dari pos pemadam kebakaran.
Sebagai langkah penanganan, pihaknya kini tengah mendorong pembentukan tim relawan peduli kebakaran di tingkat desa. Relawan ini diharapkan dapat melakukan penanganan awal sebelum api semakin meluas.
BACA JUGA:Api dari Kamar Terkunci, Petugas Damkar Kota Jambi Bongkar Pintu dan Padamkan Kebakaran
“Kami berharap masyarakat bisa terlibat melalui relawan. Penanganan awal sangat penting untuk mencegah api membesar sebelum tim damkar tiba,” tambah Agus.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik dan kelalaian saat memasak.
Dengan meningkatnya jumlah kejadian dalam waktu singkat, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk menekan risiko kebakaran di Tanjung Jabung Timur, sekaligus mencegah lebih banyak warga kehilangan tempat tinggal.