Kesal Menahun, Warga Talang Belido ‘Sulap’ Jalan Rusak Jadi Kebun Pisang

Senin 30-03-2026,11:57 WIB
Reporter : Yasri Nurhadi
Editor : Suci Mahayanti

MUARO JAMBI, JAMBITV.CO  — Kesabaran warga Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, akhirnya habis. Bertahun-tahun menunggu perbaikan jalan tanpa kejelasan, warga memilih cara unik sekaligus menyindir: menanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak.

Aksi ini bukan sekadar simbolis. Sekitar satu kilometer ruas jalan kabupaten yang dipenuhi lubang kini “berhutan” batang pisang. Tanaman itu sengaja ditancapkan tepat di titik-titik kerusakan paling parah—seolah menjadi penanda bahwa jalan tersebut sudah tak layak dilalui.

Tak hanya itu, beberapa batang pisang juga ditempeli tulisan bernada protes. Pesannya jelas: warga lelah menunggu janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.

BACA JUGA:Jalan Rusak Sebabkan Ratusan Kendaraan Terjebak Macet

Kondisi jalan memang memprihatinkan. Lubang-lubang besar menganga hampir di seluruh badan jalan. Saat hujan turun, genangan air menutup lubang, menjadikannya jebakan berbahaya bagi pengendara.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Harus pelan-pelan, takut jatuh,” ujar Muhammad, salah satu pengendara yang melintas.

Kepala Desa Talang Belido, Fadli, membenarkan aksi tersebut. Ia menyebut penanaman pohon pisang merupakan inisiatif warga sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penanganan.

BACA JUGA:Infrastuktur Jalan Rusak Parah, Jalan Sungai Hangat Kerinci Jadi Kolam

“Betul, itu bentuk protes warga. Jalan itu kewenangan kabupaten,” tegasnya.

Aksi “tanam pisang” ini menjadi tamparan halus namun menohok bagi pemerintah daerah. Di balik kesederhanaannya, tersimpan pesan keras: warga tak butuh janji, mereka butuh jalan yang layak.

Kategori :